
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan ekosistem digital yang mengintegrasikan informasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga orang tua dan masyarakat dapat memantau layanan, menu makanan, hingga satuan pelayanan yang menyiapkan makanan secara real time melalui portal digital yang ditargetkan dapat diakses dalam waktu dekat.
Portal Digital Permudah Akses Informasi MBG
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, "Kami sedang mengembangkan sistem agar masyarakat dapat terlibat dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Orang tua nantinya dapat mengetahui sekolah mana yang menerima layanan, menu apa yang disajikan setiap hari, makanan tersebut dimasak di dapur mana, hingga siapa Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab. Transparansi ini menjadi bagian dari upaya kami membangun tata kelola yang lebih baik."
Orang tua dan masyarakat nantinya cukup masuk ke sistem menggunakan identitas peserta didik untuk memperoleh informasi pelaksanaan Program MBG secara real time.
Portal digital akan menampilkan menu makanan yang disajikan setiap hari bagi sekolah penerima manfaat.
Portal juga akan memuat lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah penerima manfaat.
Informasi mengenai identitas Kepala SPPG yang bertanggung jawab turut tersedia di dalam portal.
Portal juga akan menampilkan cakupan layanan yang diberikan kepada peserta didik.
Dashboard Publik Dukung Transparansi Nasional
Selain portal bagi orang tua, BGN juga mengembangkan dashboard publik yang menyajikan informasi pelaksanaan Program MBG secara lebih luas.
Dashboard tersebut akan memuat jumlah SPPG yang telah beroperasi beserta persebarannya di berbagai daerah.
Data sekolah-sekolah yang dilayani oleh SPPG juga akan ditampilkan melalui dashboard publik.
Perkembangan pelaksanaan Program MBG secara nasional dapat dipantau melalui dashboard tersebut.
Kehadiran dashboard diharapkan meningkatkan keterbukaan informasi sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh data mengenai implementasi Program MBG.
Sudaryono menjelaskan bahwa keterbukaan informasi tidak hanya bertujuan memudahkan akses masyarakat terhadap informasi.
Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi juga menjadi instrumen pengawasan bersama agar kualitas layanan Program MBG tetap terjaga.
Pelaksanaan Program MBG yang berskala nasional memerlukan partisipasi berbagai pihak untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Sudaryono mengatakan, “Kami ingin mengubah sistem yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang lebih mudah, transparan, dan nyaman bagi semua pihak. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bertanya secara manual karena seluruh informasi dapat diakses melalui sistem.”
- Penulis :
- Leon Weldrick



