
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut setinggi hingga 2,5 meter di perairan Kalimantan Selatan yang diperkirakan berlaku mulai Selasa (16/6) dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.
Perairan Kotabaru Diprediksi Alami Gelombang Tertinggi
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Banjarmasin Putri Cahyaningsih mengatakan, “Di perairan Kotabaru, gelombang laut diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang hingga tinggi, meskipun kondisi cuaca tetap didominasi hujan ringan pada pagi, siang, dan dini hari serta berawan pada malam hari,” ujarnya.
Sementara itu, perairan Banjarmasin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu diperkirakan memiliki tinggi gelombang yang lebih rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter dengan kondisi cuaca umumnya hujan ringan pada pagi, siang, dan dini hari serta berawan pada malam hari.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal tongkang, dan operator kapal feri untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan, khususnya di sekitar Kotabaru.
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Daratan
Secara umum, suhu udara di perairan Kalimantan Selatan diperkirakan berada pada kisaran 25 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan antara 75 hingga 91 persen serta angin dominan bertiup dari barat daya dengan kecepatan 10 hingga 13 knot.
Untuk wilayah daratan, BMKG memperingatkan potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang pada 15 Juni 2026 di Banjarmasin, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, dan Tanah Bumbu.
Pada 16 Juni 2026 kondisi cuaca diprakirakan relatif stabil tanpa peringatan dini, sedangkan pada 17 Juni 2026 hujan sedang yang disertai kilat dan angin kencang berpotensi kembali terjadi di Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tapin, serta wilayah Hulu Sungai.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak hidrometeorologi seperti banjir, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin akibat hujan maupun angin kencang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





