
Pantau - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengajak negara-negara Islam bersatu memperjuangkan kemerdekaan Palestina saat menghadiri International Summit of Religious Affairs di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (12/6), dengan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan amanat Konferensi Asia Afrika 1955 dan Pembukaan UUD 1945.
Serukan Persatuan Dunia Islam dan Kemajuan yang Moderat
Dalam forum yang dihadiri Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sekjen Liga Muslim Dunia Syekh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa, serta para mufti dan tokoh muslim dunia, Muzani menyoroti kemajuan Indonesia dan Malaysia sebagai negara mayoritas muslim.
“Hari ini lihatlah Indonesia, lihatlah Malaysia. Pada tahun 40 dan 50-an, Indonesia dan Malaysia masih merangkak berdiri keluar dari kemiskinan. Dan hari ini kita mulai bersiap menjadi negara maju. Ini karena ada peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan pelayanan pendidikan, kemajuan teknologi, stabilitas ekonomi dan politik, serta angka kemiskinan yang terus menurun. Ini semua karena ada keberpihakan negara terhadap rakyatnya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian Islam terhadap perkembangan zaman melalui inovasi dan kreativitas agar semakin toleran dan moderat.
“Islam harus menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. Inovasi dan kreativitas harus diwujudkan untuk pengembangan Islam yang semakin toleran dan moderat. Karena di sisi lain ada pihak yang terus menggaungkan islamophobia yang menganggap kemajuan dunia Islam sebagai ancaman. Ada juga yang menjadikan Islam sebagai gerakan radikal. Inilah yang harus kita gaungkan agar Islam dicintai dengan benar,” ujarnya.
Tegaskan Kemerdekaan Palestina sebagai Tanggung Jawab Bersama
Muzani menyatakan dunia Islam masih memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina sebagaimana semangat Konferensi Asia Afrika dan amanat konstitusi Indonesia.
“Ini kita harus wujudkan. Ini adalah utang kita. Kemerdekaan Palestina juga merupakan tanggung jawab konstitusi Indonesia. Di mana dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Untuk itu kami mohon kepada Puan-Puan dan Tuan-Tuan yang hadir dalam forum yang mulia ini untuk terus menyerukan penghentian perang yang terjadi di kawasan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perang merupakan kejahatan yang merusak kehidupan manusia dan menyerukan penguatan ukhuwah Islamiyah serta persatuan lintas bangsa dan agama untuk menciptakan perdamaian dunia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





