
Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan progres rata-rata nasional pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia telah mencapai 78 persen dan ditargetkan dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Gedung Utama Ditargetkan Siap Digunakan
Dody mengatakan Kementerian PU tetap optimistis gedung untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dapat diselesaikan terlebih dahulu agar siswa dapat mulai belajar di sekolah baru meski beberapa lokasi belum rampung sepenuhnya.
“Kita tetap optimistis. Minimum gedung SD, SMP, dan SMA bisa kita selesaikan dulu agar adik-adik bisa masuk ke sekolah yang baru di tahun ajaran baru pada Juli nanti. Kalaupun ada beberapa tempat yang belum 100 persen tuntas, minimal harus sudah fungsional,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pembangunan Sekolah Rakyat 2 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang kini telah masuk zona hijau sesuai target setelah sebelumnya menghadapi kendala kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan proyek.
Kendala Berbeda di Jawa dan Luar Jawa
Menurut Dody, tantangan pembangunan di Pulau Jawa saat ini lebih banyak berada pada tahap arsitektural dan penyelesaian akhir (finishing), sedangkan proyek di luar Jawa menghadapi hambatan logistik dan akses distribusi material.
“Masalahnya ada pada akses jalan logistik dari pelabuhan atau bandara terdekat sampai ke titik lokasi sekolah rakyat. Setiap tempat punya masalah sendiri, dan satu per satu kita cari solusinya agar akhir Juni ini benar-benar bisa selesai,” katanya.
Dody menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui peningkatan akses pendidikan di berbagai daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan





