HOME  ⁄  Nasional

Kementerian P2MI Dorong Lulusan SMK Banten Go Global untuk Isi Peluang Kerja Formal di Berbagai Negara

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kementerian P2MI Dorong Lulusan SMK Banten Go Global untuk Isi Peluang Kerja Formal di Berbagai Negara
Foto: Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto, meninjau Laboratorium Teknik di SMK YPWKS Kota Cilegon, Senin (sumber: ANTARA/Desi Purnama Sari)

Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia terus mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten agar memiliki daya saing internasional melalui program Go Global yang ditujukan untuk mengisi peluang kerja sektor formal di berbagai negara.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman komprehensif antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Pemerintah Provinsi Banten, Ikatan Alumni Mahasiswa Untirta, PT Krakatau Steel, dan SMK YPWKS Cilegon yang berlangsung di Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Peluang Kerja Lulusan Vokasi Semakin Terbuka

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dwi Setiawan Susanto, menyatakan bahwa integrasi dengan lembaga pendidikan vokasi menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja terampil.

“Lulusan SMK, vokasi, hingga perguruan tinggi kini menjadikan luar negeri sebagai alternatif karir yang menjanjikan. Kita menuju era di mana adik-adik kita yang produktif ini memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan oleh lintas negara,” ungkap Dwi.

Menurut Dwi, negara-negara maju saat ini menghadapi fenomena aging population yang mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil dari negara dengan bonus demografi seperti Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa peluang kerja bagi lulusan SMK tersedia di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, manufaktur, perhotelan, konstruksi, hingga pengelasan yang dinilai memiliki nilai jual tinggi dan memperoleh apresiasi besar di luar negeri.

Persiapan Bahasa dan Mental Jadi Kunci

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menekankan bahwa visi SMK Go Global harus didukung dengan persiapan sejak peserta didik masih berada di bangku sekolah.

Persiapan tersebut meliputi penguatan kemampuan teknis, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan mental sebelum memasuki pasar kerja internasional.

“Penyiapan tidak hanya pada hard skill atau teknis, tetapi yang terpenting adalah bahasa dan sikap mental. Saya melihat di SMK sudah mulai belajar bahasa Jepang, itu adalah langkah yang sangat baik,” ujar Dwi.

Melalui persiapan yang terintegrasi, peluang penempatan kerja bagi lulusan SMK tidak hanya berada di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, tetapi juga diperluas ke kawasan Eropa.

Dwi menyebutkan bahwa Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia baru saja membuka kesepakatan untuk sektor perhotelan dan kesehatan di Jerman serta membidik peluang kerja di Austria, Italia, dan Spanyol.

Pada penutupnya, Dwi mengungkapkan optimisme bahwa program pengiriman tenaga kerja terampil lulusan vokasi dapat meningkatkan jumlah pekerja migran asal Banten sekaligus meminimalkan berbagai permasalahan melalui jalur resmi.

“Jika lulusan SMK ini disiapkan bahasanya, skill teknis nya, dan didaftarkan melalui jalur resmi (SISKO P2MI), kita bisa menargetkan penempatan Banten naik menjadi 5.000 hingga 10.000 pekerja, dan yang paling penting adalah zero tolerance terhadap kasus karena semua melalui prosedur yang legal,” tegasnya.

Penulis :
Arian Mesa