
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak menerima siswa melalui jalur pendaftaran terbuka, melainkan merekrut peserta didik menggunakan sistem penjangkauan langsung atau outreach berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang ditujukan khusus bagi keluarga pada desil terbawah.
Rekrutmen Siswa Dilakukan Melalui Penjangkauan Langsung
Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa tim khusus melakukan pendataan langsung ke masyarakat untuk mencari calon peserta didik yang memenuhi kriteria program.
Ia mengungkapkan, "Tim yang turun mendata langsung ke masyarakat, data itu kemudian disampaikan kepada kepala daerah dan selanjutnya disampaikan ke kami untuk selanjutnya ditetapkan sebagai siswa."
Data hasil pendataan tersebut disampaikan kepada kepala daerah sebelum diteruskan kepada Kementerian Sosial untuk proses penetapan sebagai siswa Sekolah Rakyat.
Saifullah juga menyatakan, "Penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran terbuka, melainkan melalui penjangkauan (outreach) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khusus bagi keluarga pada desil terbawah."
Menurutnya, apabila terdapat Sekolah Rakyat yang membuka sistem pendaftaran, tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran karena tidak sesuai dengan tujuan dan peruntukan program.
Ia menambahkan, "Sekolah Rakyat ini merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto agar anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa mempunyai mimpi yang sama dengan anak-anak dari keluarga yang mampu."
Pembangunan Sekolah dan Pemanfaatan Teknologi Modern
Pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah masih berlangsung, termasuk di Kota Medan yang berlokasi di Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan.
Progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan siap digunakan pada Juli 2026.
Saifullah menyampaikan, "Sekarang ini SR masih menumpang dulu di gedung-gedung pemerintah, tetapi pada Juli 2026 mendatang akan terintegrasi di sekolah yang sudah dibangun."
Selama masa pembangunan, kegiatan Sekolah Rakyat masih memanfaatkan gedung-gedung milik pemerintah sebelum berpindah ke gedung permanen yang telah selesai dibangun.
Meskipun diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin, Sekolah Rakyat akan dilengkapi fasilitas belajar mengajar modern dengan pemanfaatan perangkat digital serta sistem asrama yang dibina oleh tenaga pembina yang memiliki kompetensi.
Saifullah menegaskan, “Kita mendekatkan para siswa dengan teknologi modern yang saat ini sudah menjadi kebutuhan secara global.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





