
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Barat melepas sebanyak 1.648 petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan melaksanakan pendataan di wilayah Jakarta Barat dalam kegiatan yang digelar secara serentak oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di seluruh Indonesia mulai 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026.
Tujuan Sensus untuk Memetakan Aktivitas Ekonomi Nasional
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Eni Lestariningsih, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia sekaligus memperbarui data sosial ekonomi rumah tangga sebagai bahan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Eni mengungkapkan, “Sensus Ekonomi ini diselenggarakan setiap 10 tahun sekali, dengan tahun-tahun yang berakhiran dengan angka 6, jadi tahun terakhir SE itu adalah 2016. Nah, Sensus Ekonomi ini untuk memetakan seluruh aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia.”
Pendataan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia untuk memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi dan arah perkembangan ekonomi nasional.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS akan memetakan seluruh aktivitas usaha di Indonesia yang mencakup sektor perdagangan, jasa, industri, usaha berbasis digital, hingga aktivitas sektor pertanian.
Eni mengatakan, “Dalam sepuluh tahun terakhir ini kita mau melihat pergeseran struktur ekonomi Indonesia itu ke mana. Apakah didominasi usaha digital? Apakah didominasi sektor jasa? atau sektor pertanian? atau sektor industri? Semua dipetakan tanpa terkecuali, termasuk aktivitas sektor pertanian. Jadi, seluruh sektor usaha.”
Eni juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki perbedaan dibandingkan sensus sebelumnya karena selain mendata seluruh sektor usaha, petugas turut melakukan pembaruan data karakteristik sosial ekonomi rumah tangga.
Ia menyampaikan, “SE2026 dapat dikatakan sebagai sensus ekonomi yang lebih lengkap karena tidak hanya memetakan sektor usaha, tetapi juga memperbarui data sosial ekonomi rumah tangga.”
BPS Kerahkan 251 Ribu Petugas dan Jamin Kerahasiaan Data
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS mengerahkan sekitar 251 ribu petugas di seluruh Indonesia, termasuk 1.648 petugas yang bertugas di wilayah Jakarta Barat.
Eni mengimbau masyarakat dan pelaku usaha menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar dan lengkap selama proses pendataan.
Ia menegaskan, “Kami memiliki semboyan TIR, yaitu Terima petugas dengan baik, Isi data dengan benar, dan Rahasia terjaga. Masyarakat tidak perlu khawatir karena data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.”
Menurut Eni, seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, turut mengajak masyarakat mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang akurat kepada petugas.
Yuli mengatakan, “Saya berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik. Kegiatan ini penting untuk memperbarui dan mengevaluasi data yang telah dikumpulkan 10 tahun lalu, mengingat kondisi ekonomi dan perkembangan zaman terus berubah.”
Ia menilai ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sangat penting dalam penyusunan program pembangunan serta mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan BPS terus diperkuat.
Yuli mengungkapkan, “Kami memahami pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi. Data tersebut nantinya akan menjadi landasan dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan di masa mendatang.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





