
Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 152 poin atau 0,85 persen pada perdagangan Senin sore menjadi Rp17.709 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.860 per dolar AS, didorong sentimen positif dari perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Penguatan Rupiah Dipicu Sentimen Geopolitik
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh tercapainya kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.
Ia mengungkapkan, “Presiden AS Donald Trump dan wakil menteri luar negeri (Wamenlu) Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan melanjutkan lalu lintas melalui Selat Hormuz.”
Menurut informasi yang disampaikan, Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada Jumat, 19 Juni.
Perdana Menteri Pakistan disebut telah bertindak sebagai mediator dalam proses tersebut.
Pada Minggu, 14 Juni, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka bebas biaya.
Trump juga menyampaikan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan diakhiri.
Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan bahwa draf kesepakatan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari di bawah pengaturan Iran.
Investor Pantau Pemulihan Kawasan Timur Tengah
Investor terus mencermati perkembangan pascaperang di kawasan Timur Tengah sebagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan.
Perhatian pelaku pasar antara lain tertuju pada kecepatan produsen di Timur Tengah memulihkan produksi minyak.
Selain itu, investor juga mengamati laju pemulihan ekspor minyak setelah kerusakan akibat perang serta potensi peningkatan jumlah kapal yang kembali melintasi kawasan tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan bahwa kesepakatan yang lebih luas akan dinegosiasikan selama masa gencatan senjata 60 hari.
Ibrahim juga menyatakan bahwa negara-negara E4 yang terdiri atas Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia pada Minggu, 14 Juni, menyatakan kesiapan untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai tanggapan atas langkah-langkah terkait program nuklir negara tersebut.
Selain penguatan di pasar spot, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat ke level Rp17.719 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.912 per dolar AS.
- Penulis :
- Shila Glorya





