HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat 4,12 Persen ke Level 6.254,97 Dipicu Sentimen Damai AS-Iran dan Koreksi Harga Minyak

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Menguat 4,12 Persen ke Level 6.254,97 Dipicu Sentimen Damai AS-Iran dan Koreksi Harga Minyak
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 247,31 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,97 pada perdagangan Senin sore seiring sentimen positif dari rencana kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran serta koreksi harga minyak mentah global.

Penguatan IHSG Didorong Sentimen Global

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 27,23 poin atau 4,56 persen ke posisi 624,68.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan, “Kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dengan Iran dan koreksi harga minyak mendorong penguatan signifikan IHSG.”

Ia mengungkapkan bahwa sentimen positif berasal dari tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang dijadwalkan akan ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.

Optimisme terhadap perdamaian dan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah dunia terkoreksi lebih dari 4 persen hingga berada di sekitar 80 dolar AS per barel untuk West Texas Intermediate (WTI) dan 83 dolar AS per barel untuk Brent.

Ratna mengatakan, “Pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi faktor positif karena meredakan tekanan inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN.”

Untuk perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, Ratna memproyeksikan IHSG bergerak pada kisaran 6.150 hingga 6.400.

Mayoritas Sektor Menguat dan Aktivitas Perdagangan Meningkat

IHSG dibuka menguat sejak awal perdagangan dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG juga tetap berada di wilayah hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sepuluh sektor mencatatkan penguatan dengan sektor baku naik 7,28 persen, sektor industri menguat 4,63 persen, dan sektor keuangan bertambah 3,70 persen.

Saham-saham yang membukukan kenaikan harga terbesar pada perdagangan tersebut meliputi TRON, BAJA, GPSO, BUKK, dan ATAP.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah ABDA, BCIC, ASPR, TMPO, dan DFAM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 3.258.808 kali transaksi dengan volume 54,61 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp30,14 triliun.

Sebanyak 603 saham menguat, 125 saham melemah, dan 90 saham tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan tersebut.

Pergerakan bursa saham regional Asia pada sore hari menunjukkan Indeks Nikkei menguat 5,33 persen menjadi 69.537,00, Indeks Shanghai naik 1,61 persen menjadi 4.096,47, sedangkan Indeks Hang Seng melemah 0,50 persen menjadi 24.842,67 dan Indeks Strait Times turun 1,02 persen menjadi 5.077,29.

Penulis :
Shila Glorya