
Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah memperkuat upaya membangun kembali kepercayaan publik dan pelaku ekonomi melalui percepatan deregulasi, hilirisasi, dan industrialisasi di tengah dinamika perekonomian nasional.
Presiden Tekankan Deregulasi dan Hilirisasi
Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Presiden (Prabowo Subianto) tadi juga kembali menekankan beberapa hal yang menurut pendapat kami itu merupakan bagian dari upaya kita untuk memberikan kepercayaan-kepercayaan kepada pelaku-pelaku ekonomi, yang nanti ujungnya memberikan kepercayaan kepada masyarakat,” ungkap Prasetyo.
Menurut Prasetyo, Presiden memberikan perhatian khusus pada deregulasi guna mempermudah proses perizinan sehingga iklim investasi dapat berkembang dan ekosistem ekonomi nasional menjadi lebih kompetitif.
Presiden juga menekankan percepatan hilirisasi dan industrialisasi kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang merupakan anggota Satuan Tugas Hilirisasi dan Industrialisasi.
Prasetyo menjelaskan penguatan nilai tukar berkaitan erat dengan kinerja ekspor dan impor nasional sehingga pelaksanaan program hilirisasi dan industrialisasi dinilai dapat mendukung peningkatan perdagangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.
“Pada akhirnya kita berharap produk yang kita hasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi tadi dapat memberikan nilai tambah yang itu membawa penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara kita,” ujarnya.
Ia menyebut percepatan deregulasi serta hilirisasi dan industrialisasi menjadi dua fokus utama Presiden, di samping meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap penerbitan obligasi global oleh Danantara.
Danantara Catat Respons Positif Investor Asing
Prasetyo menambahkan stabilitas merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat sehingga pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku ekonomi untuk bersama-sama memperkuat kondisi perekonomian nasional.
“Mari kita semua kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh pelaku pasar, kepada seluruh pelaku ekonomi, mari bergandengan tangan kita bekerja sama, kita bekerja keras untuk mengembalikan atau memulihkan dan memperkuat ekonomi kita,” kata Prasetyo.
Pada kesempatan yang sama, Rosan Roeslani menyatakan keberhasilan penerbitan obligasi global perdana Danantara Indonesia menjadi bukti tingginya kepercayaan investor asing terhadap Indonesia.
Rosan mengungkapkan PT Danantara Investment Management telah menerbitkan obligasi internasional perdana senilai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Menurut Rosan, instrumen tersebut memperoleh respons positif dari pasar keuangan internasional dengan nilai peak orderbook sekitar 4,6 miliar dolar AS atau lebih dari tiga kali nilai penerbitannya.
“Ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini real ya,” ungkap Rosan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





