
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) memperkuat kolaborasi bersama keluarga, pemerintah, dan lembaga keagamaan untuk membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, serta siap menghadapi tantangan zaman.
Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) GPdI Tahun 2026 di Surabaya.
“Kekuatan membangun karakter ini memang tidak cukup dilakukan di sekolah. Karena itu, gereja memiliki peran sangat penting untuk mengawal, membimbing, dan menuntun kehidupan anak-anak dan remaja sejak usia dini,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, pembangunan karakter merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan bangsa sehingga tidak dapat hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan formal.
Ia menilai sinergi antara keluarga, pemerintah, dan lembaga keagamaan menjadi faktor penting dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kuat secara moral dan spiritual.
Tantangan Generasi Muda Makin Kompleks
Khofifah mengatakan lembaga keagamaan memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan mental generasi muda di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.
Ia menyoroti berbagai persoalan yang kini dihadapi kalangan muda, mulai dari perilaku konsumtif yang berujung pada jeratan pinjaman daring hingga penggunaan gawai yang tidak terkendali.
“Banyak usia muda yang dirawat di RS Menur Surabaya. Salah satunya karena pinjol. Perlu digali lebih jauh apakah pola-pola konsumtif menyebabkan mereka kemudian terjerat pinjol. Ada juga anak-anak yang menjadi korban karena proses yang mungkin kurang termonitor, termasuk dampak penggunaan gadget yang melebihi waktu yang semestinya boleh diakses oleh anak-anak,” katanya.
Khofifah menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan pendampingan bersama dari seluruh elemen masyarakat.
Dorong Pembinaan Berjenjang di Lingkungan Gereja
Khofifah meminta GPdI memperkuat program pembinaan jemaat secara berjenjang mulai dari balita, anak-anak hingga remaja agar terbentuk generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan ketahanan menghadapi perubahan zaman.
“Kalau kami boleh bermohon, di setiap proses penggembalaan jemaat di gereja, ada binaan khusus untuk balita, ada binaan khusus untuk remaja. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh tanpa pendampingan dan sentuhan spiritual yang memadai,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur sebagai tuan rumah Mukernas GPdI 2026.
Khofifah berharap forum tersebut menghasilkan berbagai gagasan dan langkah konkret yang mampu memperkuat kontribusi gereja dalam pembangunan bangsa dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





