HOME  ⁄  Nasional

Qodari Sebut Program Gentengisasi Dorong Rumah Layak Huni dan Gerakkan Ekonomi UMKM Lokal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Qodari Sebut Program Gentengisasi Dorong Rumah Layak Huni dan Gerakkan Ekonomi UMKM Lokal
Foto: (Sumber :Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan paparan Program Prioritas PHTC di Auditorium Bakom, Jakarta, Rabu (17/6/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi..)

Pantau - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyatakan program gentengisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan produk dalam negeri.

Qodari menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan paparan Program Prioritas PHTC di Auditorium Bakom, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ia mengungkapkan, "Program gentengisasi merupakan inisiatif Presiden Prabowo agar pembangunan rumah layak tidak hanya berfokus pada fisik hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM."

Program gentengisasi telah diintegrasikan ke dalam skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan menjadi bagian dari prioritas nasional dalam gerakan Indonesia Asri yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Program gentengisasi secara resmi diluncurkan pada 11 Maret 2026 dari Sentra UMKM genteng Jatiwangi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Saat peluncuran, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 14 truk yang mengangkut sekitar 75.000 genteng dari sentra produksi tersebut.

Hingga saat ini, total pemesanan yang berjalan mencapai 24 truk dengan nilai komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar yang berasal dari program pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan perbaikan 250 unit rumah dengan potensi dukungan anggaran lanjutan sebesar Rp500 juta.

Pemerintah Kabupaten Majalengka juga menargetkan perbaikan 1.715 unit rumah tidak layak huni dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp1,5 miliar.

Melalui skema BSPS, pemerintah pusat mengalokasikan bantuan untuk 900 unit rumah di Kabupaten Majalengka dengan potensi kebutuhan anggaran sekitar Rp1 miliar.

Qodari mengatakan, "Total komitmen pembelian genteng dari berbagai program ini mencapai Rp3 miliar yang seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk UMKM pengrajin genteng lokal."

Program tersebut diharapkan mampu mempercepat penyediaan rumah layak huni sekaligus meningkatkan penyerapan produk UMKM di daerah sentra produksi genteng.

Penulis :
Aditya Yohan