HOME  ⁄  Nasional

Menteri Pariwisata Sebut 25.344 Pemandu Wisata Telah Bersertifikat, Keselamatan Jadi Fokus Utama

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri Pariwisata Sebut 25.344 Pemandu Wisata Telah Bersertifikat, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Foto: Tangkapan layar - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan hasil dari program-program unggulan yang dijalankan oleh Kementerian Pariwisata dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu 17/6/2026 (sumber: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Pantau - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan sebanyak 25.344 pemandu wisata di seluruh Indonesia telah memiliki sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan bahwa mereka memiliki kemampuan sesuai standar kompetensi nasional dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Widiyanti mengungkapkan, "Jumlah pemandu wisata bersertifikat yang telah melampaui 25 ribu orang menunjukkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor pariwisata."

Keberadaan pemandu wisata yang tersertifikasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan sekaligus mendukung aspek keselamatan selama kegiatan wisata.

Kementerian Pariwisata juga menaruh perhatian besar terhadap aspek keselamatan dan keamanan di destinasi wisata sebagai salah satu fokus utama dalam pengembangan sektor pariwisata nasional.

Angka Operasi SAR dan Korban Wisata Meningkat

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan jumlah operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) pada 2025 mencapai 229 kasus.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencatat 181 kasus operasi SAR.

Pada periode 1 Januari hingga 14 Juni 2026, jumlah operasi SAR telah mencapai 111 kasus.

Dari sisi korban, pada 2025 terdapat 384 orang yang terlibat dalam berbagai insiden wisata.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 311 orang pada 2024.

Sementara itu, pada periode 1 Januari hingga 14 Juni 2026, jumlah korban yang tercatat mencapai 139 orang.

Meningkatnya angka operasi SAR dan jumlah korban menjadi perhatian serius Kementerian Pariwisata.

Karena itu, Program Keselamatan Berwisata dijadikan salah satu program unggulan yang didorong secara masif sepanjang 2026 dan akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

Widiyanti mengungkapkan, "Kementerian Pariwisata memiliki visi untuk mencapai zero accident atau nol kecelakaan di sektor pariwisata."

Pemerintah juga menargetkan terbangunnya kepercayaan penuh terhadap pariwisata Indonesia dari wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Diperluas

Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor pariwisata melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang pada 2026 difokuskan pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pelaksanaan program tersebut melibatkan asosiasi profesi dan masyarakat.

Kementerian Pariwisata telah menyelenggarakan 10 Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di lima lokasi berbeda sepanjang 2026.

Program PBK tersebut berhasil mencapai target sebanyak 700 peserta.

Selain pelatihan, Kementerian Pariwisata juga menyelenggarakan 23 kegiatan sertifikasi kompetensi di 20 lokasi.

Program sertifikasi kompetensi tersebut berhasil mencapai target sebanyak 1.150 peserta.

Jumlah peserta pelatihan dan sertifikasi pada 2026 tercatat lebih banyak dibandingkan 2025.

Kegiatan peningkatan kompetensi mencakup pelatihan bagi pemandu wisata gunung, pelaku wisata hiking atau pendakian, keselamatan wisata tirta, arung jeram, snorkeling, wisata buah, ekowisata, hingga wisata memancing.

Pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi diprioritaskan di lokasi-lokasi wisata yang memiliki tingkat risiko kecelakaan lebih tinggi.

Pemerintah berharap peningkatan kompetensi SDM pariwisata dapat menekan angka kecelakaan serta meningkatkan keamanan wisatawan sehingga kualitas pelayanan dan standar keselamatan di destinasi wisata Indonesia terus meningkat.

Penulis :
Arian Mesa