
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong kolaborasi multipihak antarperguruan tinggi guna mempercepat transformasi pendidikan tinggi dan meningkatkan kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.
Konsorsium Dinilai Jadi Kunci Perubahan Pendidikan Tinggi
Fauzan menegaskan transformasi pendidikan tinggi tidak dapat dilakukan dengan cara kerja yang biasa dan membutuhkan pendekatan kolaboratif yang terstruktur.
"Supaya bisa bersinar maka harus berubah. Bangsa ini sudah lama menjalankan pendidikan dengan cara yang biasa-biasa saja, padahal harus ada value yang bisa kita jual," kata Fauzan.
Ia mengapresiasi pembentukan Konsorsium Pendidikan Bali yang melibatkan berbagai perguruan tinggi sebagai wadah kolaborasi strategis dalam mengintegrasikan Tridarma Perguruan Tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Menurut Fauzan, konsorsium tersebut dapat mendorong pengembangan solusi berbasis bukti, memperkuat mentoring antarperguruan tinggi, serta meningkatkan implementasi kolaborasi pentahelix.
"Pentingnya konsorsium ini adalah melahirkan value yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pemerintah daerah. Karena itu kehadiran perguruan tinggi di manapun berada harus mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah," ujarnya.
Kampus Diminta Tinggalkan Pola Kerja Sendiri-Sendiri
Fauzan menilai perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional dan daerah.
"Selama ini perguruan tinggi memiliki komoditas riset yang luar biasa, tetapi masih berjalan sendiri-sendiri. Padahal jika dilakukan bersama-sama, akan memberikan radius dampak yang jauh lebih luas," ungkapnya.
Ia mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia memperkuat kerja sama melalui konsorsium tematik yang diwujudkan dalam program nyata seperti riset kolaboratif lintas kampus, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik berbasis isu daerah, hilirisasi inovasi, dan program mentoring antarkampus.
Sementara itu, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha I Wayan Lasmawan menilai masih terdapat fragmentasi antarperguruan tinggi yang membuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap penyelesaian persoalan daerah belum optimal.
"Saya berharap melalui konsorsium ini akan terbangun kolaborasi tanpa batas. Harapannya, konsorsium ini nantinya memberikan warna dan memperindah lanskap pendidikan di Indonesia melalui pemecahan masalah tanpa batas. Mari kita mulai bekerja nyata dalam kebersamaan yang terus bertumbuh," kata Lasmawan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








