billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Menteri Kehutanan Ungkap 81 Ribu Hektare Lahan Terbakar hingga Mei 2026, Ancaman Karhutla Diprediksi Meningkat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Menteri Kehutanan Ungkap 81 Ribu Hektare Lahan Terbakar hingga Mei 2026, Ancaman Karhutla Diprediksi Meningkat
Foto: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dalam konferensi pers usai kegiatan Rakorsus Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis 18/6/2026 (sumber: ANTARA/Sean Filo Muhamad)

Pantau - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan hingga Mei 2026 terdapat 81.000 hektare lahan di Indonesia yang telah dinyatakan terbakar akibat kondisi cuaca panas dan pengaruh fenomena El Nino.

Ia mengungkapkan, "Update per Mei ini sudah data dari kami, ada 81.000 hektare lahan yang sudah dinyatakan terbakar."

Menurut Raja Juli Antoni, luas kebakaran lahan pada 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut disebut berkaitan erat dengan fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori moderat atau sedang.

Ia memperingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi meningkat selama musim kemarau yang berlangsung pada Juli hingga Oktober 2026.

"Tentu ancamannya akan semakin besar ketika nanti pada bulan Juli sampai bulan Oktober," ungkapnya.

Ancaman Karhutla Meningkat pada Musim Kemarau

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah melakukan konsolidasi untuk menghadapi potensi peningkatan karhutla pada periode rawan tersebut.

Sejumlah langkah penanggulangan telah disiapkan, mulai dari operasi modifikasi cuaca, penerapan teknik sekat kanal, hingga berbagai upaya mitigasi dan pengendalian lainnya.

Raja Juli Antoni optimistis ancaman karhutla dapat dikendalikan apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja sama secara optimal.

"Insyaallah kalau semua stakeholder masih bisa bekerja dengan baik, insyaallah kita akan bisa memenangkan pertarungan melawan karhutla ini," ujarnya.

Pemerintah Perketat Koordinasi dan Integrasi Operasi

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan pemerintah sedang mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi ancaman karhutla.

Menurutnya, koordinasi antarlembaga perlu diperketat guna mencegah kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.

Djamari Chaniago menekankan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla.

Ia mengungkapkan, "Upaya-upaya pencegahan diutamakan untuk kita lakukan bersama. Oleh karena itu maka operasi darat maupun operasi udara harus dipadukan betul untuk menghadapi situasi yang semakin menyulitkan kita."

Pemerintah akan mengintegrasikan operasi darat dan operasi udara untuk meningkatkan efektivitas penanganan karhutla selama musim kemarau.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan ditargetkan mampu menekan dampak karhutla selama pengaruh El Nino masih berlangsung.

Penulis :
Shila Glorya
Kemenkeu 2026