billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Fadli Zon Jajaki Kerja Sama dengan CSCI Tiongkok untuk Bangun Pusat Pengobatan Tradisional dan Revitalisasi Warisan Budaya

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Fadli Zon Jajaki Kerja Sama dengan CSCI Tiongkok untuk Bangun Pusat Pengobatan Tradisional dan Revitalisasi Warisan Budaya
Foto: Menteri Kebudayaan saat melakukan pertemuan dengan Chairman of China State Construction International Holdings Limited (CSCI), Gao Bo di Jakarta (sumber: Kementerian Kebudayaan)

Pantau - Kementerian Kebudayaan Indonesia menjajaki kerja sama dengan China State Construction International Holdings Limited (CSCI) untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang, termasuk pembangunan pusat pengobatan tradisional, revitalisasi bangunan bersejarah, dan penataan kawasan kota tua di Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan penjajakan kerja sama tersebut dilakukan dalam pertemuan dengan CSCI sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis budaya dan pelestarian warisan bangsa.

Fadli menilai pembangunan pusat pengobatan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menampilkan ekspresi budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Ia mengungkapkan, "Kami sangat menyambut baik gagasan pembangunan pusat pengobatan tradisional di Indonesia. Seperti yang kita tahu, salah satu bagian dari pengobatan tradisional yakni jamu atau Wellness Culture merupakan ekspresi budaya yang telah diinkripsi sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO".

Fadli menegaskan bahwa jamu dan budaya kesehatan tradisional Indonesia memiliki nilai budaya yang telah mendapat pengakuan internasional dan berpotensi menjadi fondasi penguatan kerja sama bilateral.

Potensi Kolaborasi di Sektor Budaya dan Konstruksi

Selain pengembangan pusat pengobatan tradisional, Kementerian Kebudayaan dan CSCI juga mengidentifikasi peluang kerja sama di sektor konstruksi dan pelestarian budaya.

Potensi kerja sama tersebut meliputi rekonstruksi bangunan budaya dan sejarah, revitalisasi bangunan bersejarah, serta penataan kawasan kota lama atau kota tua di berbagai daerah Indonesia.

Fadli menjelaskan bahwa pembangunan dan revitalisasi bangunan bersejarah dapat menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama Indonesia dan Tiongkok.

Ia mengatakan, "Kerja sama pembangunan dan revitalisasi bangunan bersejarah dapat menjadi poin utama kerja sama bilateral ini. Di bidang kebudayaan, termasuk di antaranya penataan kota lama atau kota tua di berbagai daerah Indonesia sangat potensial. Gagasan ini bisa kita eksplorasi lebih lanjut dengan stakeholder, kementerian dan lembaga Indonesia lain".

Pembangunan Berbasis Budaya Lokal

Chairman CSCI Gao Bo menyatakan bahwa kerja sama bilateral tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berbasis budaya.

Menurut Gao Bo, pemahaman terhadap karakteristik budaya lokal menjadi faktor penting dalam setiap proyek pembangunan.

Ia mengatakan, "Selain desain, konsep, dan perencanaan, sebuah pembangunan juga harus mengetahui karakteristik budaya lokal kawasan tersebut".

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam setiap tahap pembangunan agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan dan identitas masyarakat setempat.

Fadli Zon juga menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat ekosistem budaya nasional melalui pembangunan infrastruktur kebudayaan, revitalisasi warisan sejarah, dan pelestarian budaya secara berkelanjutan.

Pertemuan antara Kementerian Kebudayaan Indonesia dan CSCI diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok, mengembangkan kerja sama berbasis budaya dan pembangunan, serta menghadirkan pendekatan modern dalam pengelolaan dan pelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang.

Penulis :
Shila Glorya
Kemenkeu 2026