billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Rapor Pendidikan 2025 Dirilis, Kemendikdasmen Ungkap Capaian Literasi dan Numerasi Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Rapor Pendidikan 2025 Dirilis, Kemendikdasmen Ungkap Capaian Literasi dan Numerasi Nasional
Foto: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta pada Rabu (16/7/2025) telah meluncurkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025 yang dapat diakses oleh masyarakat luas (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis Rapor Pendidikan 2025 sebagai instrumen evaluasi nasional berbasis data untuk memetakan kondisi pendidikan dari jenjang SD hingga SMA di seluruh Indonesia.

Rapor Pendidikan 2025 digunakan sebagai rujukan bagi satuan pendidikan dan pemerintah daerah dalam menyusun langkah perbaikan kualitas pendidikan berdasarkan hasil pemetaan berbagai indikator pendidikan.

Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan Rapor Pendidikan membantu mengidentifikasi masalah pendidikan, merefleksikan akar persoalan, serta menyusun langkah perbaikan secara menyeluruh.

“Publik juga dapat mengakses Rapor Pendidikan sebagai upaya gotong royong membenahi kualitas pendidikan,” ungkap Toni Toharudin.

Data yang ditampilkan dalam Rapor Pendidikan 2025 berasal dari asesmen dan berbagai survei nasional yang melibatkan satuan pendidikan serta pemerintah daerah.

Rapor Pendidikan mencakup aspek hasil belajar murid, proses pembelajaran, pemerataan layanan pendidikan, kualitas pengelolaan sekolah, dan kualitas sumber daya manusia di satuan pendidikan.

Rapor Pendidikan 2025 mencakup data dari 288.355 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Penyusunan data tersebut melibatkan 460.862 kepala satuan pendidikan, 3.981.602 pendidik, dan 6.830.704 murid.

Data dihimpun dari berbagai sumber, antara lain Asesmen Nasional (AN), Survei Lingkungan Belajar, dan Badan Akreditasi Nasional (BAN).

Capaian Literasi Beragam di Setiap Jenjang

Penentuan capaian pendidikan dalam Rapor Pendidikan dilakukan berdasarkan persentase murid yang mencapai kompetensi minimum.

Kategori Baik diberikan apabila lebih dari 75 persen murid mencapai kompetensi minimum.

Kategori Sedang diberikan apabila 40 hingga 75 persen murid mencapai kompetensi minimum.

Kategori Kurang diberikan apabila kurang dari 40 persen murid mencapai kompetensi minimum.

Pada aspek literasi, capaian pendidikan tahun 2025 menunjukkan variasi antar jenjang pendidikan.

Tingkat SD mencatat capaian literasi sebesar 65,66 persen dan masuk dalam Kategori Sedang.

Tingkat SMP mencatat capaian literasi sebesar 76,49 persen sehingga masuk dalam Kategori Baik.

Jenjang SMP juga menunjukkan peningkatan dibanding periode sebelumnya.

Tingkat SMA mencatat capaian literasi sebesar 72,23 persen dan masih berada dalam Kategori Sedang.

Tingkat SMK mencatat capaian literasi sebesar 65,08 persen dan juga berada dalam Kategori Sedang.

“Capaian literasi tahun ini menunjukkan fondasi pembelajaran kita terus bergerak, meskipun masih terdapat disparitas antar jenjang yang perlu menjadi fokus perbaikan bersama,” ungkap Toni Toharudin.

Numerasi Masih Didominasi Kategori Sedang

Pada aspek numerasi, sebagian besar jenjang pendidikan masih berada dalam Kategori Sedang.

Capaian numerasi tingkat SD mencapai 59,45 persen.

Capaian numerasi tingkat SMP mencapai 70,81 persen.

Capaian numerasi tingkat SMA mencapai 67,14 persen.

Capaian numerasi tingkat SMK mencapai 60,22 persen.

Melalui Rapor Pendidikan 2025, pemerintah mendorong pemanfaatan data sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan.

Pemerintah juga berupaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Rapor Pendidikan 2025 dapat diakses publik melalui laman resmi Rapor Pendidikan Kemendikdasmen.

Tujuan akhir pemanfaatan Rapor Pendidikan adalah meningkatkan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.

Penulis :
Leon Weldrick
Kemenkeu 2026