billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Kementrans Ajak Kemendikdasmen Sinergikan Tim Ekspedisi Patriot dan Relawan Mengajar di Kawasan Transmigrasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kementrans Ajak Kemendikdasmen Sinergikan Tim Ekspedisi Patriot dan Relawan Mengajar di Kawasan Transmigrasi
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Rita Pranawati mengadakan pertemuan untuk membahas potensi kolaborasi program kerja di Balai Makarti, Kompleks Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin (15/6/2026). ANTARA/HO-Kementerian Transmigirasi..)

Pantau - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengajak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyinergikan Program Relawan Mengajar dengan penugasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 guna memperkuat pendidikan di kawasan transmigrasi dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan sinergi tersebut dinilai memungkinkan karena Tim Ekspedisi Patriot melibatkan akademisi muda yang diterjunkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan serta mengembangkan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi.

“Di lingkup inilah Relawan Mengajar bisa disinergikan,” ungkap Viva Yoga dalam keterangannya di Jakarta.

Program TEP tahap pertama telah dilaksanakan pada 2025 dengan melibatkan mahasiswa, dosen, dan guru besar dari tujuh perguruan tinggi negeri mitra.

Pada 2026, program tersebut diperluas dengan melibatkan sarjana, magister, doktor, hingga guru besar dari 10 perguruan tinggi negeri mitra serta 157 universitas dalam dan luar negeri, termasuk University of Melbourne, University of Glasgow, dan King’s College London.

Ribuan Peserta TEP Siap Dilibatkan

Viva Yoga memberikan kesempatan kepada Kemendikdasmen untuk memperkenalkan Program Relawan Mengajar saat pembekalan bagi 1.476 peserta yang lolos seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026.

Pembekalan tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Juli 2026.

Menurutnya, kolaborasi antarkementerian dapat memperluas jangkauan pendampingan pendidikan bagi anak-anak di kawasan transmigrasi.

Renovasi Sekolah Jadi Peluang Kolaborasi

Selain Program TEP, Kementrans juga membuka peluang kerja sama dalam pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan.

Kementrans telah merenovasi toilet di SDN 10 Pulubala di Kabupaten Gorontalo dan SDN 14 Sumalata di Kabupaten Gorontalo Utara.

Sementara itu, SD Inpres 13 di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menerima bantuan renovasi ruang kelas, toilet, serta sarana air bersih.

“Apa yang dilakukan oleh Kementrans diharap mampu meningkatkan proses pendidikan anak-anak transmigran dan anak-anak masyarakat lain yang menempati kawasan transmigrasi,” ujar Viva.

Kemendikdasmen Soroti Kebutuhan Perbaikan Sekolah

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T Rita Pranawati mengungkapkan sekitar 70 ribu sekolah di Indonesia masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.

Menurutnya, sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA memerlukan pembangunan maupun renovasi toilet yang layak serta dukungan pembangunan rumah dinas bagi guru.

Rita berharap kerja sama lintas kementerian dapat membantu mengatasi berbagai kebutuhan tersebut, khususnya di kawasan transmigrasi dan wilayah 3T.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap implementasi Program Relawan Mengajar di sekolah-sekolah kawasan transmigrasi untuk memperluas akses pendidikan yang merata.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026