
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah menargetkan rehabilitasi dan renovasi 1.397 madrasah di seluruh Indonesia dengan total anggaran sekitar Rp4 triliun sebagai salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
AHY mengatakan bahwa PHTC merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang mengatur percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pembangunan dan pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, serta digitalisasi pembelajaran.
"Program Hasil Terbaik Cepat menjadi prioritas dari Presiden Prabowo Subianto," ungkap AHY.
Program tersebut bertujuan meningkatkan keamanan dan kelayakan bangunan madrasah, melindungi peserta didik, mendukung peningkatan kualitas pendidikan, serta meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).
Realisasi Program di Berbagai Daerah
Pemerintah telah menyelesaikan rehabilitasi dan renovasi 548 madrasah yang tersebar di 26 provinsi hingga Juni 2026.
Anggaran yang telah digunakan untuk menyelesaikan 548 madrasah tersebut mencapai sekitar Rp1,3 triliun.
Pada tahap kedua, pemerintah menerapkan skema single year contract di Kalimantan Barat.
Tahap kedua tersebut menargetkan 13 madrasah dengan alokasi anggaran sekitar Rp60 miliar.
Progres Multi Year Contract Capai 62 Persen
Pemerintah juga menjalankan proyek rehabilitasi dan renovasi madrasah melalui skema multi year contract periode 2025–2026.
Program multi year contract menjadi bagian terbesar dari keseluruhan pelaksanaan PHTC Madrasah.
Sebanyak 836 madrasah masuk dalam skema tersebut dengan total anggaran sekitar Rp2,35 triliun.
Progres pelaksanaan program multi year contract telah mencapai 62 persen per Juni 2026.
AHY menjelaskan program tersebut dilatarbelakangi insiden robohnya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo yang menyebabkan korban jiwa.
Pemerintah kemudian melakukan rehabilitasi dan renovasi bangunan madrasah untuk meningkatkan keselamatan dan perlindungan peserta didik di lingkungan pendidikan.
"Ini adalah sebuah program yang tentunya memiliki urgensi dan kita punya target untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia," ujar AHY.
- Penulis :
- Arian Mesa








