
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pembangunan tanggul laut di Pantai Utara (Pantura) Jawa akan dikombinasikan dengan penanaman mangrove sebagai solusi untuk meningkatkan ketahanan kawasan pesisir terhadap banjir dan kenaikan muka air laut.
AHY menyampaikan langkah tersebut saat meresmikan gerakan Ayo Muliakan Sungai.
Ia menjelaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya berfokus pada persoalan di wilayah hulu, tetapi juga harus memperhatikan berbagai permasalahan yang terjadi di kawasan hilir.
Menurut AHY, pemerintah memperkuat upaya mitigasi banjir melalui pembangunan infrastruktur keras atau hard infrastructure yang salah satunya berupa tanggul laut raksasa atau giant sea wall.
Proyek tersebut dirancang untuk mengantisipasi banjir akibat kenaikan permukaan air laut yang semakin mengancam kawasan pesisir.
Giant Sea Wall Dibangun Bertahap di Pantura Jawa
AHY mengungkapkan wilayah Pantura Jawa mengalami penurunan permukaan tanah setiap tahun yang diperkirakan berkisar antara 5 hingga 20 sentimeter.
Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama fenomena tersebut adalah pengambilan air tanah secara masif oleh puluhan juta penduduk.
Kondisi itu meningkatkan risiko banjir rob serta kerusakan kawasan pesisir di berbagai daerah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan giant sea wall sepanjang lebih dari 500 kilometer di kawasan Pantura Jawa.
Pembangunan proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama berada di wilayah Pantura Jawa.
AHY mengungkapkan, "Mangrove sangat efektif jika dikombinasikan dengan infrastruktur tanggul."
Ia menegaskan pendekatan tersebut menggabungkan solusi rekayasa teknik dengan solusi berbasis alam untuk memperkuat perlindungan pesisir.
Lindungi Masyarakat Pesisir dan Buka Peluang Kerja Sama Internasional
Sebelumnya, AHY juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang mematangkan desain proyek giant sea wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas.
Menurutnya, pembangunan tanggul laut raksasa tidak hanya menghadirkan perlindungan fisik dari ancaman banjir dan rob.
Proyek tersebut juga ditujukan untuk melindungi kehidupan masyarakat pesisir serta menjaga mata pencaharian warga yang bergantung pada kawasan pantai.
Selain itu, pemerintah berharap proyek tersebut dapat mendukung keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.
AHY menilai perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata bagi Indonesia yang ditandai meningkatnya kejadian banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta kenaikan muka air laut.
Ia menambahkan bahwa penurunan muka tanah di sejumlah daerah pesisir semakin memperburuk risiko bencana sehingga diperlukan langkah mitigasi yang terukur dan berjangka panjang.
AHY juga menyebut proyek giant sea wall membuka peluang kerja sama internasional di bidang rekayasa pesisir, pengembangan teknologi perlindungan pantai, teknologi penghalang laut, sistem operasi dan pemeliharaan infrastruktur, hingga penelitian dan pengembangan bersama.
Pemerintah berharap kombinasi pembangunan tanggul laut dan penanaman mangrove dapat meningkatkan ketahanan kawasan pesisir Pantura Jawa terhadap dampak perubahan iklim serta ancaman kenaikan muka air laut.
- Penulis :
- Shila Glorya








