HOME  ⁄  Nasional

Status Indonesia Tetap Emerging Market, Pengamat Sebut Kepercayaan Investor Terjaga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Status Indonesia Tetap Emerging Market, Pengamat Sebut Kepercayaan Investor Terjaga
Foto: (Sumber :Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir (tengah), Pj Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (kanan), dan Pj Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik (kiri) menyampaikan keterangan terkait hasil pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj/am..)

Pantau - Keputusan penyedia indeks global MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar modal nasional karena mampu menjaga kepercayaan investor dan menghindari risiko keluarnya dana asing dalam jumlah besar.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan status tersebut memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investor institusi global dan berbagai dana investasi internasional yang menjadikan indeks MSCI Emerging Markets sebagai acuan penempatan modal.

“Dengan tetap bertahannya status tersebut, risiko keluarnya dana asing secara besar-besaran akibat perubahan klasifikasi pasar dapat dihindari sehingga memberikan stabilitas yang lebih baik bagi pasar saham domestik,” kata Hendra di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, keputusan MSCI membuka peluang pemulihan kepercayaan investor setelah pasar sebelumnya dibayangi kekhawatiran terhadap kemungkinan penurunan klasifikasi Indonesia.

MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal

Meski mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada kriteria Information Flow dari positif menjadi negatif.

Hendra menilai catatan tersebut menunjukkan masih adanya perhatian terhadap transparansi pasar, terutama terkait keterbukaan struktur kepemilikan saham, kualitas arus informasi, dan konsentrasi kepemilikan yang dapat memengaruhi pembentukan harga saham secara wajar.

“MSCI secara tegas menyoroti keterbukaan informasi dan aksesibilitas pasar bagi investor global. Catatan ini menjadi pengingat bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan tata kelola, likuiditas, dan kualitas pasar modal agar semakin dipercaya investor internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan status Emerging Market akan bergantung pada kemampuan regulator dan pelaku pasar dalam memperbaiki tata kelola serta transparansi pasar modal.

Reformasi Jadi Kunci Pertahankan Status

Hendra menyebut sejumlah aspek yang perlu diperkuat antara lain peningkatan free float emiten, perlindungan investor, keterbukaan informasi perusahaan tercatat, serta efisiensi mekanisme perdagangan di bursa.

“Jika reformasi berjalan efektif, bukan hanya status Emerging Market yang dapat dipertahankan, tetapi Indonesia juga berpotensi memperoleh peningkatan bobot investasi global di masa mendatang,” ujarnya.

Dari sisi pasar, keputusan MSCI diperkirakan memberikan dorongan positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek.

Hendra menilai kepastian bahwa Indonesia tidak mengalami penurunan klasifikasi dapat meredakan ketidakpastian yang selama beberapa bulan terakhir membayangi pasar.

“Pelaku pasar sebelumnya cukup khawatir terhadap kemungkinan penurunan klasifikasi yang dapat memicu arus keluar dana asing. Dengan skenario tersebut tidak terjadi, ruang pemulihan kepercayaan investor menjadi lebih terbuka,” katanya.

Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji area resistensi di kisaran 6.377 dengan level dukungan penting berada di area 6.074 untuk menjaga momentum pemulihan pasar.

Penulis :
Aditya Yohan