
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanam bibit kakao unggulan di lahan perkebunan PT Ebier Suth Cokran, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat potensi perkebunan kakao dan mendorong pengembangan industri kakao berkelanjutan di Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program percepatan rehabilitasi perkebunan kakao nasional sekaligus memperkuat posisi Papua Barat sebagai salah satu sentra kakao nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Manajemen Pemasaran dan Komunikasi PT Ebier Suth Cokran, Febri Sumbung, mengatakan kunjungan Wapres menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong industri kakao nasional yang produktif dan berkelanjutan.
Febri mengatakan, "Wakil Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama kakao dunia, namun hal tersebut harus dibangun melalui peningkatan produktivitas, kualitas, hilirisasi, serta pengelolaan kebun yang ramah lingkungan."
Fokus pada Rehabilitasi Kebun dan Agroforestri Berkelanjutan
Wapres menegaskan bahwa pengembangan industri kakao tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi.
Pengembangan tersebut juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat adat.
Perhatian khusus diberikan pada rehabilitasi kebun kakao melalui penerapan sistem agroforestri dinamik dan penanaman pohon naungan.
Penguatan kapasitas petani juga dinilai penting agar industri kakao Indonesia mampu bersaing di pasar global yang semakin menuntut aspek keberlanjutan dan ketertelusuran produk.
Setibanya di lokasi, Wapres menerima penjelasan mengenai program rehabilitasi perkebunan kakao yang dikelola PT Ebier Suth Cokran yang dimiliki oleh Koperasi Ebier Suth Cokran.
Setelah menerima paparan, Wapres menuju area penanaman untuk melakukan prosesi tanam bersama petani, mahasiswa, dan pemerintah daerah.
Penanaman dilakukan secara serentak bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dan Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan.
Kelola 2.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Kakao
Bibit yang ditanam merupakan kakao klon Trinitario varietas unggulan CKR-40, CKR-13, CKR-14, dan CKR-12.
Penanaman tersebut menjadi simbol percepatan program rehabilitasi kebun kakao Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Manokwari Selatan.
Melalui program tersebut, sebanyak 2.000 hektare lahan akan dikelola untuk pengembangan kakao.
Sebanyak 1.800 hektare lahan akan dikelola oleh petani kakao Manokwari Selatan.
Sementara 200 hektare lainnya akan dikelola oleh Koperasi Ebier Suth Cokran.
Kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi kebun kakao berbasis agroforestri berkelanjutan.
Komposisi pengembangan lahan terdiri atas 1.200 hektare lahan kakao dan 800 hektare kawasan konservasi.
Saat ini sekitar 88 hingga 90 persen tenaga kerja PT Ebier Suth Cokran berasal dari masyarakat adat Papua.
Mereka terlibat dalam seluruh tahapan produksi mulai dari pembibitan, budidaya, panen, pengolahan pascapanen, hingga pengendalian mutu.
Kegiatan ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri kakao berkelanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat adat di Papua Barat.
- Penulis :
- Gerry Eka





