HOME  ⁄  Nasional

Dishub Jatim Kaji Kapal Cepat Hydrofoil untuk Perkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dishub Jatim Kaji Kapal Cepat Hydrofoil untuk Perkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan
Foto: (Sumber :Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono saat memberikan kepada wartawan di Surabaya beberapa waktu lalu. (ANTARA/Willi Irawan).)

Pantau - Dinas Perhubungan Jawa Timur mengkaji pemanfaatan kapal cepat berbasis teknologi hydrofoil untuk meningkatkan konektivitas transportasi laut antarpulau dan mempercepat mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.

Kapal Hydrofoil Dinilai Mampu Pangkas Waktu Tempuh

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan teknologi hydrofoil menawarkan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kapal konvensional.

"Ini proposal teknologi yang luar biasa karena mampu mempercepat waktu perjalanan masyarakat," ungkap Nyono.

Menurutnya, kapal cepat hydrofoil dapat melaju dengan kecepatan sekitar 20 hingga 40 knot sehingga mampu memangkas waktu perjalanan antarpulau.

Teknologi tersebut dinilai berpotensi mendukung pengembangan program Trans Laut Jawa Timur yang menghubungkan berbagai wilayah kepulauan.

Beberapa rute yang sedang dipertimbangkan antara lain Probolinggo-Gili Ketapang dan Banyuwangi-Bali untuk layanan penumpang.

Kapasitas Lebih Kecil Dinilai Lebih Efisien

Nyono menjelaskan kapal hydrofoil dirancang memiliki kapasitas sekitar 125 penumpang sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dibandingkan kapal berkapasitas besar.

Ia mencontohkan layanan kapal cepat Banyuwangi-Bali sebelumnya menghadapi kendala karena kapasitas kapal mencapai sekitar 400 penumpang, sementara jumlah pengguna belum optimal.

Akibat kondisi tersebut, operator membutuhkan dukungan subsidi agar operasional tetap berjalan.

"Kapasitas yang lebih kecil membuat tingkat keterisian atau load factor lebih tinggi sehingga lebih layak secara ekonomi," ujarnya.

Selain melayani penumpang, teknologi hydrofoil juga ditawarkan untuk mendukung angkutan logistik dan penyeberangan antarpulau.

Dishub Jatim saat ini masih mempelajari proposal tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat kepulauan dan mempercepat distribusi barang serta mobilitas warga.

Menurut Nyono, pengembangan transportasi laut yang cepat dan efisien menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah kepulauan di Jawa Timur.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan