
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris mengapresiasi terhadap langkah pembenahan pelayanan yang terus diupayakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kendati demikian, pihaknya mengingatkan bahwa setiap kucuran dana Penyertaan Modal Negara (PMN) wajib dipertanggungjawabkan secara transparan dan dimanfaatkan secara optimal bagi kenyamanan publik.
“Kemarin saya ke beberapa waktu lalu ke Jogja menggunakan kereta api, ternyata KAI juga terus berupaya memperbaiki kualitas pelayanannya,” tutur Andi kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Gedung DPR RI, Senin (22/06/2026).
Ia menjelaskan, dukungan penambahan modal negara yang dialokasikan harus berjalan beriringan dengan mekanisme kontrol yang ketat. Pihaknya menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran negara pada BUMN tersebut akan melewati proses audit berkala.
“Nah, tentu dengan penyertaan modal negara ini, mereka akan manfaatkan dengan sebaik-baiknya, ya. Karena ini kan juga akan diaudit, ya, diaudit,” ujarnya.
Di samping penegasan soal audit keuangan, esensi utama dari pemberian PMN ini adalah terpenuhinya hak-hak konsumen di bidang jasa perkeretaapian. Suntikan dana APBN ini menjadi instrumen pemerintah dalam menyubsidi ragam pilihan transportasi masyarakat, dari tarif paling ekonomis hingga fasilitas kelas teratas.
“Kereta api ini kan berbagai jenis, dari yang paling murah sampai yang ex luxury. Ini artinya masyarakat bisa mempunyai pilihan-pilihan di dalam menentukan angkutan apa yang akan digunakan selain pesawat, mulai dari ekonomi. Nah, ini negara memberikan subsidi sebenarnya dengan PMN ini,” ungkap Andi.
Politisi Fraksi Partai Amanat Nasional tersebut memastikan pengawasan akan terus dijalankan secara berkala kepada seluruh BUMN penerima PMN agar dana tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan menghadirkan pelayanan publik yang prima dan terintegrasi.
“Tapi yang paling penting, mereka harus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa negara hadir memberikan pelayanan publik melalui PELNI, ya, kemudian Kereta Api Indonesia, SMF, dan BULOG, ya, dan juga angkutan-angkutan yang lain yang bisa menghubungkan antara satu tempat ke tempat lain,” pungkasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa





