
Pantau - Peneliti komunikasi politik digital dan literasi media Liza Fitriani Nurkholi menilai algoritma telah berkembang menjadi aktor baru dalam komunikasi politik digital karena memengaruhi cara masyarakat menerima, menyebarkan, dan menilai informasi politik di media sosial.
Algoritma Dinilai Tak Lagi Bersifat Netral
Liza mengatakan algoritma kini memiliki peran besar dalam membentuk arus informasi yang beredar di ruang publik digital.
"Algoritma tidak lagi berfungsi sebagai alat netral dalam membentuk arus informasi publik," ungkapnya.
Menurutnya, logika viralitas di media sosial sering kali lebih dominan dibanding kualitas argumentasi dalam percakapan politik.
Ia menjelaskan bahwa konten yang menarik perhatian belum tentu memiliki tingkat kebenaran yang tinggi, namun kerap memperoleh jangkauan yang lebih luas dibandingkan informasi yang berkualitas.
Pandangan tersebut menjadi salah satu dasar peluncuran buku berjudul Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma yang ditulis bersama peneliti politik, demokrasi, dan keamanan Alfarisi Thalib.
Buku tersebut membahas pengaruh algoritma terhadap pembentukan wacana politik, penguatan demokrasi, serta perubahan ruang politik pada era digital.
Fenomena Hoaks Jadi Latar Belakang Penelitian
Alfarisi mengatakan ide penulisan buku berangkat dari dinamika politik yang terjadi selama Pemilihan Presiden 2024.
"Saat itu, marak sekali penyebaran hoaks. Di dunia digital, khususnya media sosial itu, menjadi hutan rimba, kita tidak paham mana konten asli atau palsu," ujarnya.
Ia menjelaskan maraknya penyebaran informasi yang sulit diverifikasi mendorong kedua penulis melakukan kajian mendalam mengenai perilaku pengguna media sosial.
Menurut Alfarisi, fenomena tersebut tidak hanya memengaruhi masyarakat umum, tetapi juga akademisi dan politisi yang terkadang ikut menyebarkan informasi tanpa memahami validitas sumbernya.
Melalui penelitian tersebut, keduanya menemukan bahwa algoritma menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku pengguna dan membentuk arus informasi di ruang digital.
"Masyarakat memperoleh kemudahan mengakses informasi melalui berbagai platform media sosial setiap harinya, namun publik sering menghadapi kesulitan membedakan informasi valid dengan konten menyesatkan yang beredar luas," ungkapnya.
Buku tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai peran algoritma dalam komunikasi politik serta tantangan yang dihadapi masyarakat di era digital.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





