
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukan guna mempercepat penemuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta memastikan penanganan pneumonia dilakukan secara cepat dan tepat.
Pneumonia Jadi Fokus Penanganan Dinas Kesehatan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni mengatakan pneumonia merupakan bentuk ISPA yang memiliki risiko tinggi dan membutuhkan perhatian khusus dari tenaga kesehatan.
"Dari berbagai kasus ISPA, pneumonia merupakan bentuk yang paling beresiko. Oleh sebab itu, saat ini, Dinas Kesehatan mengadakan peningkatan kapasitas petugas," kata Sri Puji Wahyuni dalam seminar daring, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan ISPA yang berkembang menjadi pneumonia dapat menjadi beban besar bagi fasilitas pelayanan kesehatan, terutama rumah sakit.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2023, pneumonia menjadi penyebab kematian nomor tiga pada balita di Indonesia.
Menurut Sri, kemampuan mengenali gejala, menegakkan diagnosis, serta melakukan rujukan secara cepat menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki tenaga kesehatan.
"Penemuan pneumonia ini kita jadikan indikator kinerja dan target renstra (rencana strategis), baik itu di Kementerian Kesehatan maupun di Dinas Kesehatan sendiri," ujarnya.
Jakarta Catat Pengobatan Pneumonia Capai 100 Persen
Upaya peningkatan kapasitas dilakukan melalui seminar daring yang menghadirkan pakar kesehatan dari Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan belanja program Jaminan Kesehatan Nasional untuk penyakit pneumonia meningkat dari Rp1,83 triliun pada 2019 menjadi Rp4,48 triliun pada 2023.
Secara nasional, cakupan penemuan kasus pneumonia pada balita pada 2025 mencapai 60 persen atau melampaui target sebesar 40 persen.
Sementara itu, wilayah DKI Jakarta mencatat cakupan penemuan kasus pneumonia sebesar 139 persen.
Dari sisi pengobatan, DKI Jakarta mencatat angka penanganan mencapai 100 persen yang berarti seluruh pasien pneumonia mendapatkan pengobatan sesuai ketentuan.
Selain itu, angka kematian balita akibat pneumonia di Jakarta tercatat nol persen.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





