
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 harus menjadi gerbang kebahagiaan bagi murid baru dan bukan menjadi sumber trauma, kekerasan, maupun perpeloncoan.
Abdul Mu'ti mengatakan tingginya perhatian publik terhadap isu perundungan dan kesehatan mental anak mendorong perubahan paradigma MPLS dari sekadar titik pertemuan menjadi ruang penyatuan bagi seluruh murid.
“MPLS Ramah bukan sekadar perubahan istilah, tetapi perubahan cara pandang dalam menyambut murid baru, dari kegiatan MPLS yang rentan dengan kekerasan, perpeloncoan, dan yang kurang bermakna menjadi MPLS yang penuh kasih sayang, memuliakan, dan budaya damai yang didesain melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira,” kata Mu'ti.
Menurutnya, MPLS Ramah 2026 bertujuan melebur perbedaan, menghilangkan kecemasan, serta memastikan setiap murid baru merasakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif sejak hari pertama.
Mu'ti menegaskan program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang lebih sehat dan ramah bagi perkembangan peserta didik.
Komitmen pemerintah terhadap pelaksanaan MPLS Ramah kini diperkuat melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Regulasi tersebut secara tegas melarang segala bentuk perpeloncoan, kekerasan fisik maupun psikis, pungutan liar, serta penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.
Aturan itu juga melarang keterlibatan alumni dalam penyelenggaraan kegiatan dan mewajibkan partisipasi orang tua melalui sosialisasi sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan regulasi baru tersebut disusun berdasarkan evaluasi mendalam dengan mengedepankan kesejahteraan fisik dan psikologis murid.
“Regulasi ini menegaskan MPLS merupakan momentum strategis untuk membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sejak hari pertama sekolah. Penyelenggaraannya diatur melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga melalui sosialisasi kepada orang tua atau wali murid sebelum kegiatan berlangsung,” kata Suharti.
Kemendikdasmen menegaskan MPLS Ramah 2026 membawa pesan bahwa hari pertama sekolah harus menjadi awal yang menyenangkan bagi peserta didik untuk belajar, berkembang, dan bertumbuh tanpa rasa takut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





