HOME  ⁄  Nasional

Stok Beras Nasional Tembus Rekor, Amran Pastikan Cadangan Aman hingga Mei 2027

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Stok Beras Nasional Tembus Rekor, Amran Pastikan Cadangan Aman hingga Mei 2027
Foto: Arsip foto - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media di Jakarta (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia aman hingga Mei 2027 dengan jumlah cadangan saat ini mencapai lebih dari 5 juta ton.

Amran menyebut pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak dini untuk menghadapi potensi fenomena cuaca El Nino yang dapat mengganggu produksi pangan nasional.

Ia mengungkapkan, "Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023. Alhamdulillah kita lolos. Stok kita sampai detik ini, itu 5,2 sampai 5,3 juta ton. Itu stok tertinggi sepanjang sejarah. Nah ini Alhamdulillah cukup baik."

Menurut Amran, stok CBP yang berada pada kisaran 5,2 hingga 5,3 juta ton tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Proyeksi Stok Beras hingga Tahun Depan

Amran menyatakan ketersediaan beras nasional hingga akhir tahun 2026 tetap berada dalam kondisi aman.

Ia mengatakan, "Insya Allah aman, katakanlah sampai Desember. (Bahkan) beras kita sudah sampai Mei (2027) pun cukup. Jadi tidak masalah."

Pernyataan tersebut sejalan dengan Proyeksi Neraca Pangan beras yang diperbarui pemerintah pada awal Juni 2026.

Berdasarkan proyeksi tersebut, stok beras Indonesia pada akhir tahun 2026 diperkirakan mencapai 16,24 juta ton.

Jumlah tersebut berasal dari stok awal tahun 2026 sebesar 12,54 juta ton yang ditambah proyeksi produksi beras sepanjang tahun sebesar 34,76 juta ton.

Dari total ketersediaan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan konsumsi nasional selama satu tahun mencapai 31,1 juta ton.

Dengan neraca akhir tahun sebesar 16,24 juta ton, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional selama sekitar lima bulan pada tahun 2027.

Pemerintah juga memperkirakan stok beras akan kembali meningkat pada Maret dan April 2027 seiring masuknya periode panen raya.

Produksi Diperkirakan Turun Tipis

Meski optimistis terhadap ketahanan pangan nasional, Amran mengakui terdapat potensi penurunan produksi beras pada tahun 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras periode Januari hingga Juli 2026 diproyeksikan turun sekitar 0,08 juta ton dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Namun, Amran menilai penurunan tersebut relatif kecil dan tidak akan mengganggu kondisi pasokan nasional.

Ia mengungkapkan, "Tahun lalu surplus (produksi) 4 juta ton. Anggaplah sampai akhir tahun turun 0,2 persen, kurang lebih 80 ribu ton. (Tapi masih) surplus 4 juta ton selama 2 tahun. Jangan 0,2 persen dibandingkan tahun lalu, kan tahun lalu sudah naik tinggi. Itu (surplus) 4 juta ton."

Menurutnya, meskipun terjadi penurunan sekitar 0,2 persen atau sekitar 80 ribu ton, Indonesia tetap mencatat surplus produksi beras yang besar.

Surplus produksi beras tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 4 juta ton.

Surplus tersebut dapat dimanfaatkan sebagai target penyerapan Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog.

Pemerintah meyakini peningkatan produksi nasional dan penyerapan oleh Bulog akan memperkuat stok CBP, menjaga stabilitas pasokan beras, serta membantu mengendalikan harga pangan di dalam negeri.

Penulis :
Arian Mesa