HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Alokasikan Rp14 Triliun untuk Revitalisasi Irigasi Demi Perkuat Swasembada Pangan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Alokasikan Rp14 Triliun untuk Revitalisasi Irigasi Demi Perkuat Swasembada Pangan
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun pada 2026 untuk program revitalisasi jaringan irigasi guna meningkatkan produktivitas pertanian, indeks pertanaman, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan anggaran revitalisasi irigasi meningkat dari sekitar Rp12 triliun pada 2025 menjadi Rp14 triliun pada 2026 dan program tersebut akan berlanjut hingga 2029.

“(Tahun) 2026 ini (anggaran yang dialokasikan) Rp14 triliun, dan akan diteruskan sampai dengan 2029. Diharapkan di ujung tahun sampai dengan 2029 itu, semua irigasi yang memang diperlukan untuk diperbaiki, itu kita perbaiki semua,” ungkapnya.

Sudaryono menjelaskan percepatan revitalisasi dilakukan sebagai respons terhadap aspirasi petani yang masih menghadapi kendala pasokan air akibat jaringan irigasi yang belum berfungsi optimal di berbagai daerah.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur irigasi akan memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam dan panen dalam satu tahun.

“Kita harapkan dengan adanya irigasi orang bisa nanam, di musim kemarau bisa nanam. Yang tadinya nanam sekali bisa dua kali, yang dua kali jadi tiga kali,” katanya.

“Dan, itu selain negara kita dapat produktivitas petani, tapi petaninya juga tambah sejahtera, karena yang tadinya panen sekali bisa panen lebih dari sekali,” tambahnya.

Ia menegaskan pemerintah juga terus memperkuat fondasi pertanian melalui penyediaan benih unggul serta modernisasi alat dan mesin pertanian.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono saat berdialog dengan petani dan nelayan dalam Kopdar Tani dan Nelayan di sela Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII di Gorontalo pada Selasa (23/6).

Dalam kesempatan itu, ia menyebut Indonesia telah menghentikan impor sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, dan gula.

“Nggak impor pangan lagi, nggak impor beras lagi, nggak impor jagung lagi, nggak impor gula lagi. Itu kita syukuri, sembari kita juga secara perlahan kita perbaiki apa yang memang harus kita perbaiki,” ujarnya.

Sudaryono mengatakan pemerintah akan terus memastikan ketersediaan benih berkualitas, memperkuat sarana produksi, serta membenahi jaringan irigasi agar pembangunan pertanian merata hingga ke wilayah timur Indonesia.

“Misalnya, kita bagaimana membangun pertanian yang baik, sebaik pertanian yang di tempat lain, di Papua. Membangun pertanian di Papua sebagus pertanian di provinsi lain. Irigasi kita perbaiki, kepastian benih yang baik dan berkualitas kita pastikan dan seterusnya,” bebernya.

Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat menjadikan swasembada pangan sebagai bagian penting dari ketahanan dan kedaulatan bangsa.

“Presiden Prabowo telah komit untuk membangun swasembada ini bukan hanya bagian dari ekonomi, tapi menjadi bagian dari ketahanan dan kedaulatan bangsa kita,” ungkapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf