
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar masyarakat dilibatkan dalam pemilihan logo resmi peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan membuka pemungutan suara terhadap lima desain finalis melalui laman resmi yang diluncurkan pemerintah pada Rabu, 24 Juni 2026.
Instruksi tersebut disampaikan kepada jajaran pemerintah, termasuk Teuku Riefky Harsya dan Juri Ardiantoro, sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi publik dalam penentuan identitas visual peringatan kemerdekaan tahun ini.
Menurut Teuku Riefky, kebijakan tersebut berbeda dari mekanisme sebelumnya yang biasanya menempatkan Presiden sebagai penentu akhir setelah proses penyaringan desain.
Ia mengungkapkan, "Biasanya lima besar itu menjadi tiga, kemudian Bapak Presiden pilih. Tetapi, kali ini, alhamdulillah, Bapak Presiden ingin ini juga agar dipilih oleh publik kelimanya begitu. Jadi, ini suatu hal yang baik dan dapat melibatkan partisipasi publik terhadap pemilihan logo."
Lima Finalis Hasil Seleksi 124 Karya
Lima desain finalis yang dipilih masyarakat merupakan hasil seleksi dari 124 karya yang masuk dalam sayembara desain logo yang diselenggarakan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI).
Perwakilan ADGI, David Irianto, menyebut karya yang masuk berasal dari anggota maupun nonanggota ADGI melalui proses open call yang terbuka bagi seluruh desainer grafis Indonesia.
Setelah masa pengumpulan karya berakhir, panitia melakukan seleksi dan kurasi sebelum peserta yang lolos mengikuti tahap sayembara tertutup atau pitching.
Dalam tahap pitching, lima finalis mempresentasikan karya mereka di hadapan perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sekretariat Negara, dan Badan Komunikasi Pemerintah.
Lima finalis tersebut terdiri atas karya David Wirawan P dari Surakarta, Jawa Tengah, dengan konsep "8 Harapan, 1 Tujuan".
Finalis berikutnya adalah Fajar Novario dari Kota Padang, Sumatera Barat, yang mengangkat konsep "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh".
Kanda Putra dari Denpasar, Bali, masuk sebagai finalis dengan konsep "Kemanusiaan yang Terhubung".
Rizkiawan dari Malang, Jawa Timur, mengusung konsep "Berdaya, Setara, Sinergi Bersama".
Tiffany Djohan dari Batam, Kepulauan Riau, menjadi finalis dengan konsep "Demokrasi dan Kemandirian".
Pemungutan Suara Dibuka hingga 28 Juni 2026
Juri Ardiantoro mengatakan periode pemilihan logo dibuka mulai 24 Juni 2026 hingga 28 Juni 2026 melalui laman resmi yang telah disediakan pemerintah.
Ia mengungkapkan, "Setiap karya menghadirkan interpretasi kreatif dan unik terhadap tema HUT RI Ke-81. Jadi, semua desain ini berlandaskan atau didasarkan pada pemahaman mengenai tema, yaitu Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Tema resmi HUT Ke-81 RI yang menjadi dasar seluruh desain finalis adalah "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Pemerintah juga menyiapkan total 300 hadiah bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam pemilihan logo tersebut.
Sebanyak 100 peserta terpilih akan memperoleh undangan menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 100 peserta lainnya akan mendapatkan paket suvenir resmi yang biasanya diberikan kepada tamu undangan upacara kemerdekaan.
Pemerintah juga menyediakan 100 bantuan pendidikan bagi peserta terpilih sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi publik.
Juri Ardiantoro mengatakan, “Seratus berupa undangan untuk hadir di Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, kemudian 100 lagi adalah suvenir yang biasa diterima oleh peserta undangan upacara peringatan kemerdekaan yang dikirim kepada yang bersangkutan, yang terpilih. Kemudian juga kita menyediakan 100 bantuan pendidikan untuk masyarakat yang terpilih. Jadi, kurang lebih ada 300 hadiah yang menjadi insentif bagi yang terlibat atau berpartisipasi aktif dalam pemilihan logo HUT Ke-81.”
- Penulis :
- Arian Mesa





