
Pantau - Universitas Indonesia (UI) memaparkan strategi pembangunan kota cerdas dan berkelanjutan dalam ajang Times Higher Education Global Sustainable Development Congress (THE GSDC) 2026 di Tangerang, Banten, yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026.
UI Soroti Tata Kelola sebagai Kunci Smart City
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya UI Ahmad Gamal menyampaikan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan, pembaruan data untuk perencanaan kota, penguatan ketahanan infrastruktur terhadap risiko iklim, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kota cerdas yang berkelanjutan.
Melalui presentasi bertajuk From Smart Technologies to Smart Urban Management: Lessons from Indonesia and the Global South, Ahmad Gamal menegaskan keberhasilan smart city tidak lagi ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, melainkan kemampuan memperkuat tata kelola perkotaan, mendorong keberlanjutan, dan menciptakan keadilan sosial.
Ia mengungkapkan, "Berdasarkan pengalaman Indonesia dan negara-negara Global South, berbagai tantangan perkotaan, seperti banjir, ketimpangan ruang, keterjangkauan hunian, degradasi lingkungan, dan lemahnya koordinasi antar-lembaga, sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya data, melainkan tentang bagaimana mengelola pertumbuhan kota dan menerjemahkan informasi menjadi kebijakan serta tindakan yang efektif."
Ahmad Gamal menekankan lima aspek utama pengembangan kota cerdas, yakni tata kelola spasial berbasis data, pengelolaan pertumbuhan perkotaan, pengukuran keberhasilan melalui indikator keberlanjutan, penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta pengurangan kesenjangan agar manfaat teknologi dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Forum Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Global
Menurut Ahmad Gamal, konsep smart city kini bergeser dari sekadar pengumpulan data menuju kemampuan mengelola transformasi perkotaan secara menyeluruh.
Ia menilai kota masa depan adalah kota yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Forum internasional tersebut mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui keikutsertaan dalam pameran dan berbagai sesi diskusi, UI mempromosikan program internasional, peluang kemitraan di bidang keberlanjutan, serta inovasi hijau hasil karya sivitas akademika.
Partisipasi ini juga menjadi upaya UI memperluas jejaring global, bertukar pengetahuan, mempelajari praktik terbaik dunia, serta menjajaki kolaborasi strategis dengan berbagai institusi internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





