HOME  ⁄  Nasional

Bappenas dan Bakom RI Memperkuat Sinergi untuk Membangun Komunikasi Pembangunan yang Adaptif dan Berbasis Data

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bappenas dan Bakom RI Memperkuat Sinergi untuk Membangun Komunikasi Pembangunan yang Adaptif dan Berbasis Data
Foto: Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari, dan Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard di Jakarta, Senin 15/6/2026 (sumber: Bappenas)

Pantau - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) memperkuat sinergi untuk membangun komunikasi pembangunan yang adaptif, berbasis data, mampu menjawab perubahan lanskap media, serta memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.

Sinergi tersebut disampaikan saat Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menerima audiensi Kepala Bakom RI Muhammad Qodari.

Rachmat Pambudy mengatakan perubahan lanskap media menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi tanpa mengabaikan tujuan utama komunikasi pemerintah, yakni memastikan aspirasi masyarakat dapat terpenuhi.

"Yang paling penting adalah tantangan berubah karena teknologi berubah, media berubah, dan harapan masyarakat juga berubah. Tetapi yang tidak berubah adalah masyarakat selalu ingin aspirasinya dipenuhi. Dan kewajiban pemerintah adalah memenuhi aspirasi masyarakat," ungkap Rachmat Pambudy.

Komunikasi Pemerintah Harus Proaktif

Dalam paparannya, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menjelaskan Bakom RI bertugas mengorkestrasi komunikasi dan informasi mengenai kebijakan serta program strategis pemerintah.

Menurut Muhammad Qodari, komunikasi pemerintah perlu dilakukan secara proaktif agar ruang informasi tidak diisi oleh spekulasi maupun informasi yang tidak utuh.

Membangun Kepercayaan Publik

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan tantangan komunikasi pemerintah saat ini tidak lagi sebatas penyampaian informasi, tetapi juga mencakup upaya membangun kepercayaan publik.

Karena itu, menurut Febrian, kementerian dan lembaga perlu lebih aktif menyampaikan berbagai kebijakan secara jelas, berbasis data, serta tanpa sikap defensif.

“Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang mampu membangun trust. Kementerian dan lembaga perlu lebih aktif menyampaikan aspek teknis pembangunan secara jelas serta memberikan konteks yang memadai kepada publik,” ungkap Febrian Alphyanto Ruddyard.

Rachmat Pambudy menambahkan komunikasi memegang peran strategis dalam memastikan berbagai kebijakan dan program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik.

Sinergi antara Bappenas dan Bakom RI diharapkan dapat mewujudkan komunikasi pembangunan yang semakin efektif, membangun kepercayaan publik, serta mendukung tercapainya agenda pembangunan nasional.

Penulis :
Leon Weldrick