
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan program Revitalisasi SMK menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan layanan pendidikan vokasi yang bermutu, merata, dan berkeadilan di seluruh Indonesia.
Program tersebut mendukung Astacita keempat Presiden dan Wakil Presiden yang menempatkan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, dan teknologi sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
"Revitalisasi SMK bukan hanya sekadar pembangunan atau perbaikan sarana prasarana, tetapi merupakan transformasi menyeluruh, mencakup perubahan paradigma, tata kelola, proses pembelajaran, penguatan kemitraan dengan dunia kerja, serta peningkatan kualitas lulusan," ujar Atip.
Revitalisasi Dorong Kualitas Pendidikan Vokasi
Atip mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang memiliki keterampilan dan mampu bersaing di tingkat regional maupun global.
Menurutnya, dukungan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menjelaskan Bimbingan Teknis Revitalisasi SMK bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai program, mekanisme, dan ketentuan pelaksanaan bantuan pemerintah.
Selain itu, kegiatan tersebut juga memperkuat kapasitas sekolah dalam perencanaan teknis, pengelolaan administrasi, serta akuntabilitas pelaksanaan dan pelaporan bantuan.
Ribuan SMK Ikuti Program Revitalisasi
Kemendikdasmen mencatat hingga pelaksanaan tahap kesembilan, sebanyak 1.333 SMK telah mengikuti Bimbingan Teknis Revitalisasi SMK Tahun 2026.
Sebanyak 688 SMK telah menandatangani perjanjian kerja sama dalam program tersebut.
Penyaluran bantuan termin pertama mencapai Rp656 miliar yang tersebar di 34 provinsi.
Provinsi Aceh menjadi daerah dengan penerima bantuan revitalisasi terbanyak, yakni 94 SMK.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





