
Pantau - Petugas gabungan menggagalkan upaya penyelundupan sejumlah satwa dilindungi yang disembunyikan di atas KM Ciremai saat kapal bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, dalam operasi pengawasan yang dilaksanakan pada 24–25 Juni 2026.
Kepala Satuan Pengamanan Pelni Kodaeral IX Ambon Ricko Aditya mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil sinergi personel Pam Pelni Kodaeral IX bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku dan Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso.
Satwa Dilindungi Ditemukan di Dek Kapal
Ricko mengungkapkan, "Penggagalan ini berawal dari kegiatan pengawasan dan pemeriksaan embarkasi penumpang di atas KM Ciremai. Dalam pemeriksaan yang dilakukan secara teliti, petugas menemukan satwa-satwa yang disembunyikan di dek 5 dan dek 6 bagian luar kapal."
Petugas menemukan satwa dilindungi yang disembunyikan di dek 5 dan dek 6 bagian luar kapal setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas mengamankan satu ekor Kakatua koki.
Petugas juga mengamankan dua ekor Nuri bayan.
Petugas menemukan satu ekor Nuri kepala hitam.
Petugas mengamankan 10 ekor Cucak emas Papua, dengan satu ekor di antaranya ditemukan dalam kondisi mati.
Petugas turut mengamankan satu ekor Jagal Papua.
Sinergi Antarinstansi Perkuat Pengawasan
Menurut Ricko, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam mencegah perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi.
Ia mengatakan, "Sinergi antar-instansi menjadi kunci dalam upaya menggagalkan penyelundupan satwa dilindungi. Kami akan terus meningkatkan pengawasan di kawasan pelabuhan sebagai pintu keluar masuk orang dan barang."
Seluruh satwa yang berhasil diamankan diserahkan kepada BKSDA Maluku untuk menjalani proses identifikasi.
BKSDA Maluku juga akan melakukan penanganan dan tindak lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ricko menambahkan pengawasan rutin akan terus diperkuat untuk menekan praktik perdagangan satwa liar.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Penguatan pengawasan juga difokuskan di wilayah Maluku yang memiliki kekayaan fauna endemik.
Ricko mengatakan, “Kami berkomitmen mendukung upaya pelestarian satwa dilindungi melalui pengamanan yang lebih optimal serta kerja sama dengan seluruh instansi terkait.”
- Penulis :
- Arian Mesa





