HOME  ⁄  Nasional

Mentrans Dorong Hunian Vertikal Jadi Solusi Baru di Kawasan Transmigrasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mentrans Dorong Hunian Vertikal Jadi Solusi Baru di Kawasan Transmigrasi
Foto: (Sumber :Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong pembangunan hunian vertikal di kawasan transmigrasi sebagai solusi atas keterbatasan dan meningkatnya harga lahan, dengan rumah tapak diprioritaskan bagi masyarakat lokal.

Hunian Vertikal Dinilai Lebih Efisien

Iftitah mengatakan rumah di kawasan transmigrasi tidak harus selalu berbentuk rumah tapak karena konsep hunian vertikal dinilai lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

"Rumah tidak harus selalu menapak atau rumah tapak. Jadi, rumah tapak itu diperuntukkan kepada masyarakat lokal, sedangkan untuk pendatang kita kasih rumah tumbuh model apartemen atau rumah susun," ungkapnya.

Ia menjelaskan konsep tersebut bertujuan memastikan para transmigran memperoleh pekerjaan, tempat tinggal, dan akses pendidikan tanpa harus bergantung pada ketersediaan lahan yang semakin terbatas.

"Jadi, yang penting apa? Yang penting, dia datang ada pekerjaannya, ada tempat tinggalnya, ada sekolahnya. Jadi, tidak harus selalu (rumah tapak) karena tanah makin ke sini makin mahal, makin sempit," ujarnya.

Menurutnya, momentum penataan ruang dan lahan harus dimanfaatkan agar penggunaan lahan di kawasan transmigrasi menjadi lebih bijak.

Standar Rumah Transmigrasi Naik Menjadi Tipe 45

Mentrans juga menegaskan komitmen pemerintah meningkatkan kualitas permukiman transmigrasi dengan menaikkan standar rumah dari tipe 36 menjadi tipe 45.

Ia menilai rumah tipe 45 memungkinkan tersedianya minimal dua kamar sehingga anak dan orang tua tidak lagi menempati ruang yang sama, yang dinilai kurang baik dari sisi psikologis.

Iftitah berharap masyarakat transmigran lama tidak merasa iri karena peningkatan fasilitas dilakukan secara bertahap, sementara penyelesaian persoalan yang mereka hadapi tetap menjadi perhatian pemerintah.

Ia menambahkan beberapa kawasan telah mulai membangun rumah tipe 45 dan mulai tahun depan seluruh rumah transmigrasi akan menggunakan tipe tersebut sebagai standar nasional.

Penulis :
Aditya Yohan