HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Sulsel Masuk Lima Besar Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Berkat Inovasi Smart School dan Kinerja Pembangunan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemprov Sulsel Masuk Lima Besar Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Berkat Inovasi Smart School dan Kinerja Pembangunan
Foto: Sekda Provinsi Sulsel Jufri Rahman (sumber: Humas Pemprov Sulsel)

Pantau - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berhasil masuk lima besar penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional setelah melalui evaluasi terhadap kinerja pembangunan daerah dan kualitas proses perencanaan pembangunan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap kinerja pembangunan daerah serta kualitas proses perencanaan pembangunan yang dijalankan Pemprov Sulsel.

Dalam proses verifikasi Bappenas, Pemprov Sulsel memaparkan berbagai program prioritas daerah, termasuk inovasi Smart School yang menjadi salah satu fokus penilaian pada aspek pembangunan manusia.

Smart School Jadi Andalan Penilaian

Program Smart School dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan dengan mengusung konsep Satu Standar, Satu Guru, Satu Sulsel.

Jufri Rahman mengungkapkan, "Bahkan ini menjadi inovasi sistem pembelajaran hybrid pertama yang dihadirkan oleh Pemerintah Provinsi di Indonesia."

Program Smart School diinisiasi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, sejak periode kepemimpinan pertamanya.

Smart School lahir sebagai upaya mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antardaerah.

Melalui sistem pembelajaran hybrid, Smart School mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan teknologi digital.

Sistem tersebut bertujuan agar materi yang diterima peserta didik SMA di Sulawesi Selatan memiliki standar yang lebih merata.

Menurut Jufri Rahman, Smart School menjadi salah satu inovasi pembelajaran hybrid yang dikembangkan pemerintah provinsi untuk mendukung pemerataan mutu pendidikan berbasis teknologi digital.

Program Smart School telah berjalan sejak tahun 2022.

Program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Jufri Rahman mengatakan, "Melalui inovasi ini, guru-guru terbaik dapat berbagi pengetahuan kepada seluruh siswa tanpa dibatasi jarak. Kami juga melihat berbagai indikator pembangunan terus menunjukkan perbaikan."

Jufri Rahman mengatakan, "Karena itu, kami berharap proses penilaian ini menjadi ruang evaluasi sekaligus kesempatan memperoleh masukan dari Kementerian PPN/Bappenas agar pembangunan Sulawesi Selatan semakin baik."

Indikator Pembangunan Tunjukkan Perbaikan

Selain memaparkan program Smart School, Sekda Sulsel juga menyampaikan sejumlah indikator makro pembangunan daerah.

Pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mencapai 6,88 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Sulawesi Selatan mencapai Rp78,75 juta.

Per September 2025, tingkat kemiskinan Sulawesi Selatan berada di angka 7,43 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Pada periode yang sama, rasio gini Sulawesi Selatan tercatat sebesar 0,350 poin.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Selatan pada tahun 2025 mencapai 75,92 poin atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Indeks Modal Manusia Sulawesi Selatan berada pada angka 0,53 poin.

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan meningkat menjadi 80,67 poin pada tahun 2025.

Tingkat pengangguran terbuka Sulawesi Selatan berada pada angka 4,45 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Jufri Rahman mengatakan, “Berbagai indikator tersebut menjadi gambaran bahwa perencanaan pembangunan yang dijalankan Pemprov Sulsel diarahkan untuk menghasilkan dampak yang terukur terhadap kesejahteraan masyarakat.”

Penulis :
Shila Glorya