HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Papua Mengusulkan Guru Asli Papua Diprioritaskan Mengajar di Program Sekolah Rakyat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Gubernur Papua Mengusulkan Guru Asli Papua Diprioritaskan Mengajar di Program Sekolah Rakyat
Foto: Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri saat berfoto bersama dengan Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin 29/6/2026 (sumber: Pemprov Papua)

Pantau - Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mengusulkan agar tenaga pendidik pada Program Sekolah Rakyat diprioritaskan berasal dari putra-putri asli Papua untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka lapangan kerja bagi lulusan daerah.

Ia mengatakan, "Kami berharap putra-putri asli Papua diberi kesempatan mengajar di Sekolah Rakyat sehingga mereka dapat mengabdi sekaligus membantu adik-adik mereka memperoleh pendidikan yang layak."

Menurut Mathius D. Fakhiri, usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf agar guru-guru lokal memperoleh kesempatan menunjukkan kemampuan mengajar mereka.

Ia juga mengungkapkan, "Pada Senin (29/6) kami melakukan kunjungan ke Menteri Sosial RI guna membahas penggunaan guru lokal di Sekolah Rakyat serta percepatan pembangunan."

Guru Lokal Dinilai Memiliki Kualitas yang Mampu Bersaing

Mathius D. Fakhiri menegaskan bahwa guru-guru di Provinsi Papua tidak kalah kualitasnya dibandingkan tenaga pendidik dari luar daerah.

Ia menjelaskan bahwa banyak putra-putri Papua telah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, termasuk di luar negeri.

Menurutnya, latar belakang pendidikan tersebut menjadi bukti bahwa mereka memiliki kemampuan terbaik untuk menjadi tenaga pendidik.

Ia mengatakan, "Karena selama ini ada beberapa anak kami menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, termasuk di luar negeri oleh sebab itu dipastikan mereka memiliki kemampuan terbaik."

Pembangunan Sekolah Rakyat Diusulkan Diperluas

Dalam pertemuan dengan Menteri Sosial RI, Pemerintah Provinsi Papua juga mengusulkan agar pembangunan Sekolah Rakyat diperluas ke wilayah dengan tantangan geografis tinggi.

Wilayah yang diusulkan meliputi Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Waropen agar layanan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Saat ini di Papua telah beroperasi empat Sekolah Rakyat rintisan sejak 2025 yang berada di Kabupaten Sarmi, Kabupaten Biak Numfor, dan Jayapura.

Setiap Sekolah Rakyat menampung sekitar 100 siswa jenjang SMA.

Untuk jenjang SD disiapkan kapasitas sekitar 50 peserta didik di setiap sekolah.

Untuk jenjang SMP juga disiapkan kapasitas sekitar 50 peserta didik di setiap sekolah.

Mathius D. Fakhiri berharap gedung permanen Sekolah Rakyat yang akan dibangun dapat mulai beroperasi pada 2027.

Ia berharap pembangunan gedung permanen tersebut dapat memperluas pemerataan layanan pendidikan di Papua sekaligus semakin memberdayakan guru-guru asli Papua.

Penulis :
Shila Glorya