
Pantau - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) terus bertambah menjadi 920 orang, sementara 3.630 orang mengalami luka-luka dan ribuan warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan parah di sejumlah wilayah.
La Guaira Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak
Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez mengatakan gempa yang mengguncang pantai utara Venezuela, disertai gempa susulan yang kuat, menyebabkan kerusakan besar terutama di negara bagian La Guaira.
"Gempa ganda" yang melanda pantai utara Venezuela pada Rabu (24/6), diikuti gempa susulan yang kuat, menyebabkan kerusakan parah di wilayah yang paling terdampak, terutama di negara bagian La Guaira, ungkap Rodríguez.
Sebanyak 383 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat sehingga mengganggu infrastruktur di wilayah terdampak.
Selain itu, sebanyak 3.007 warga harus mengungsi dan kini ditampung di tempat penampungan sementara serta rumah sakit lapangan.
Tim penyelamat yang diperkuat personel pencarian dan penyelamatan internasional masih melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Rodríguez juga mengimbau masyarakat menghindari perjalanan menuju La Guaira karena kepadatan lalu lintas menghambat proses evakuasi korban dan operasi tanggap darurat.
Dua Gempa Besar Terjadi Dalam Selang 39 Detik
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela dengan selang waktu hanya 39 detik.
Menurut USGS, gempa bermagnitudo 7,5 berpusat sekitar 14,3 mil di tenggara Kota Yumare, Negara Bagian Yaracuy.
Sementara itu, gempa bermagnitudo 7,2 berpusat sekitar 14,9 mil di timur laut Kota San Felipe yang juga berada di Negara Bagian Yaracuy.
Operasi penyelamatan dan penanganan korban masih terus berlangsung seiring meningkatnya jumlah korban akibat bencana tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





