
Pantau - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I memperkuat produksi tembakau premium melalui peningkatan kualitas, produktivitas, dan perluasan areal tanam guna memenuhi permintaan industri cerutu dunia yang terus meningkat.
Produksi dan Ekspor Terus Ditingkatkan
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan dua komoditas unggulan perseroan, yakni Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli, telah lama menjadi bahan baku utama pembungkus (wrapper) cerutu premium di pasar internasional.
Ia mengungkapkan, "Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBN) dan Tembakau Deli, telah lama diakui secara global sebagai bahan baku pembungkus atau wrapper cerutu premium terbaik di dunia."
Menurut Teddy, kedua jenis tembakau tersebut memiliki karakter daun yang elastis, halus, stabilitas bakar yang baik, warna premium, rasa eksotis, serta aroma khas yang diminati pembeli dari Eropa, Amerika Latin, dan berbagai kawasan lainnya.
Ia menambahkan, "Konsistensi kualitas spesifik inilah yang membuat produk PTPN I menjadi pilihan utama industri cerutu mewah dunia."
PTPN I juga berkomitmen meningkatkan produksi melalui perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor sekaligus menjaga karakteristik khas produk.
Perluasan Lahan dan Mitigasi Perubahan Iklim
Data PTPN I menunjukkan produksi tembakau premium meningkat dari 748.638 kilogram pada 2021 menjadi 972.243 kilogram pada 2025, seiring kenaikan produktivitas lahan hingga mencapai 1.397 kilogram per hektare pada tahun lalu.
Untuk musim tanam 2026, perusahaan memperluas areal tanam hingga 500 hektare guna menjaga kontinuitas pasokan bagi kontrak internasional.
Teddy mengatakan, "Langkah konkret ini diambil demi menjamin kontinuitas pasokan dalam memenuhi kontrak-kontrak internasional."
Menghadapi tantangan perubahan iklim, PTPN I menerapkan strategi mitigasi melalui penyesuaian kalender tanam, pemantauan cuaca secara real-time, penggunaan varietas adaptif, penerapan sustainable farming, serta penguatan quality control dan sistem traceability dari pembibitan hingga pascapanen.
Ia menjelaskan, "Terakhir, dari aspek jaminan mutu, manajemen memperketat quality control dan menerapkan sistem ketertelusuran (traceability) ketat dari fase pembibitan hingga pascapanen."
- Penulis :
- Aditya Yohan





