
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi LRT Jabodebek menjadi lokasi praktik pelayanan prima bagi 75 peserta Diklat Sertifikasi Pengemudi Angkutan Umum Mikrotrans DKI Jakarta sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik.
LRT Jabodebek Bagikan Standar Pelayanan Prima
Kegiatan yang diselenggarakan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta itu berlangsung di Kantor LRT Jabodebek pada Jumat (27/6).
Para peserta mempelajari penerapan standar pelayanan pelanggan, mulai dari komunikasi yang efektif, etika pelayanan, penyampaian informasi perjalanan, hingga penanganan pertanyaan dan keluhan secara cepat serta berorientasi pada solusi.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan kualitas transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat.
"LRT Jabodebek menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai standar pelayanan yang kami terapkan. Semakin banyak penyelenggara transportasi yang menerapkan standar pelayanan yang baik, semakin besar peluang masyarakat merasa nyaman dan percaya menggunakan transportasi publik," ungkapnya.
Fokus pada Standar Pelayanan dan Evaluasi Berkelanjutan
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dikenalkan dengan penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019 yang mencakup aspek keselamatan, keamanan, keandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan layanan, termasuk fasilitas bagi penyandang disabilitas dan ruang laktasi.
LRT Jabodebek turut memperkenalkan peran Customer Care sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi perjalanan sekaligus menangani masukan dan keluhan pelanggan.
Setiap hari, LRT Jabodebek menerima rata-rata sekitar 60 pesan dari pengguna melalui media sosial dan layanan Customer Care KAI121, dengan lebih dari 90 persen keluhan berhasil diselesaikan, sedangkan sisanya memerlukan koordinasi lanjutan sesuai karakteristik permasalahan.
“Masukan pengguna menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan layanan, termasuk optimalisasi penanganan barang tertinggal dan publikasi barang temuan melalui media sosial, penyesuaian frekuensi perjalanan pada jam sibuk, serta peningkatan penyampaian informasi dan permohonan maaf secara cepat apabila terjadi gangguan operasional, dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, LRT Jabodebek berharap praktik pelayanan yang diterapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai moda transportasi sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih aman, nyaman, dan konsisten.
- Penulis :
- Aditya Yohan





