
Pantau - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu siang pukul 11.37 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian dalam laporan tertulis menyampaikan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara dan selatan.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 170 detik.
Empat Kali Erupsi dalam Sehari
Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru telah mengalami empat kali erupsi sepanjang Minggu.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.35 WIB, namun visual letusan tidak teramati dan hanya terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18 milimeter serta durasi 108 detik.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 06.32 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak disertai kolom abu putih hingga kelabu berintensitas tebal yang mengarah ke barat laut.
Erupsi kedua terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 129 detik.
Erupsi ketiga berlangsung pada pukul 09.11 WIB tanpa visual letusan yang teramati, namun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 203 detik.
Erupsi keempat terjadi pada pukul 11.37 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Status Siaga dan Imbauan bagi Masyarakat
Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
Petugas mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
- Penulis :
- Gerry Eka





