
Pantau - Kebiasaan makan dan gaya hidup berperan besar dalam menentukan seberapa sering seseorang kentut, dengan orang dewasa sehat umumnya mengeluarkan gas sekitar 10–20 kali per hari sebagai bagian dari proses pencernaan yang normal.
Menurut ahli gizi Amanda Sauceda, pola makan menjadi faktor utama yang memengaruhi produksi gas di saluran pencernaan karena berkaitan dengan aktivitas bakteri usus.
Sauceda mengungkapkan, “Pola makan dapat memiliki dampak terbesar pada gas karena hal yang sama yang memberi makan bakteri usus anda juga memberi makan kentut anda serat.”
Serat dan Kebiasaan Makan Tingkatkan Produksi Gas
Sauceda menjelaskan serat merupakan bagian karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan akan mencapai usus besar untuk difermentasi oleh bakteri usus.
Proses fermentasi tersebut menghasilkan gas sehingga peningkatan konsumsi serat dapat membuat frekuensi kentut bertambah.
Ia menyarankan konsumsi serat ditingkatkan secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi dengan pola makan tinggi serat.
Ahli gastroenterologi Sandhya Shukla menjelaskan sejumlah kebiasaan juga dapat meningkatkan gas usus, seperti makan terlalu cepat, mengunyah permen karet, mengonsumsi minuman berkarbonasi, dan makan dengan mulut terbuka.
Kebiasaan tersebut memungkinkan lebih banyak udara masuk ke saluran pencernaan sehingga dapat memicu gas dan kembung.
Waspadai Jika Disertai Gejala Lain
Shukla mengatakan kentut merupakan proses pelepasan gas dari sistem pencernaan melalui rektum atau anus yang terjadi karena gas terus terbentuk di saluran cerna.
Ia mengungkapkan, “Gas usus yang berlebihan dapat disebabkan oleh infeksi SIBO, kondisi seperti intoleransi laktosa dan penyakit celiac, perubahan gerakan usus terutama penurunan motilitas usus, yang dapat terlihat pada diabetes atau penurunan penyerapan gas karena sembelit.”
Orang dewasa sehat umumnya kentut sekitar 10–20 kali per hari dengan total volume gas yang dikeluarkan berkisar 500–1.500 mililiter.
Berdasarkan studi tahun 2026, kentut berlebihan didefinisikan sebagai lebih dari 20 kali per hari.
Sauceda menyebut frekuensi kentut lebih dari 25 kali sehari kemungkinan tidak normal.
Perubahan bau kentut atau munculnya gejala lain seperti nyeri dan kembung juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan sehingga disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Gerry Eka





