HOME  ⁄  Nasional

Kemendukbangga Tegaskan Peran Ayah dalam Pengasuhan Tidak Bisa Digantikan AI

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemendukbangga Tegaskan Peran Ayah dalam Pengasuhan Tidak Bisa Digantikan AI
Foto: (Sumber:Sesmendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono (tengah) dalam senam sehat dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Yogyakarta, Minggu (28/6/2026).)

Pantau - Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga) Budi Setiyono menegaskan peran ayah dalam pengasuhan anak tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tengah semakin besarnya pengaruh teknologi digital terhadap kehidupan keluarga.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat kegiatan senam sehat dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Yogyakarta.

Menurut Budi, tantangan terbesar keluarga Indonesia saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan dominasi algoritma digital yang berpotensi menggeser peran orang tua, khususnya ayah, dalam membentuk karakter anak.

Budi mengungkapkan, "Kalau dulu kita berhadapan dengan para penjajah, sekarang kita berhadapan dengan penjajahan baru, yaitu dominasi algoritma digital. Perangkat digital, media sosial, hingga AI kini semakin memengaruhi cara berpikir dan bertindak anak-anak."

Peran Ayah Dinilai Tetap Tidak Tergantikan

Budi menilai kehadiran teknologi dan AI berpotensi mengikis kualitas hubungan dalam keluarga sekaligus melemahkan nilai-nilai kebangsaan apabila tidak diimbangi dengan peran aktif orang tua.

Ia menegaskan Harganas tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai keluarga sebagai fondasi bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Budi mengatakan, "Ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah, tetapi juga hadir mendampingi anak, memberikan keteladanan, perlindungan, serta membimbing mereka menghadapi berbagai ancaman zaman, mulai dari penyalahgunaan narkoba, kekerasan remaja, seperti klitih, tawuran pelajar, hingga paparan radikalisme dan penyimpangan perilaku."

Menurutnya, figur ayah merupakan benteng pertama dalam membangun karakter dan ketahanan anak agar mampu menghadapi berbagai risiko di era digital.

Lingkungan Sosial Didorong Beri Pendampingan

Bagi anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah, pemerintah mendorong lingkungan sosial turut berperan sebagai sistem pendukung.

Pendampingan diharapkan datang dari guru, tetangga, keluarga besar, tokoh agama, pengasuh, dan pemimpin masyarakat agar setiap anak tetap memperoleh perhatian, bimbingan, serta perlindungan.

Harganas ke-33 tahun 2026 mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" sebagai pengingat bahwa peran ayah tidak boleh tergantikan oleh teknologi.

Penulis :
Gerry Eka