
Pantau - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggandeng sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Batu Ampar untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata berbasis konservasi mangrove yang ditargetkan menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kalimantan Barat.
Kolaborasi Percepat Penataan Kawasan Wisata
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan keterlibatan perusahaan menjadi bagian penting untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita melibatkan perusahaan-perusahaan yang ada di Batu Ampar agar bersama-sama membangun kawasan ini. Kolaborasi ini penting agar pengembangan wisata berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Dukungan dunia usaha diarahkan untuk pembangunan berbagai fasilitas publik dan penataan lingkungan di kawasan wisata.
Sujiwo menjelaskan pengembangan wisata Batu Ampar telah memasuki tahap pelaksanaan dengan target penyelesaian sejumlah fasilitas utama dalam waktu tiga bulan sebelum dipromosikan sebagai destinasi wisata baru.
Infrastruktur yang dibangun meliputi peningkatan akses jalan menuju kawasan wisata, fasilitas sanitasi, penerangan jalan, serta penataan kawasan agar lebih menarik bagi wisatawan.
Menurut Sujiwo, pengembangan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan konsep wisata yang tertata, bersih, nyaman, dan mampu memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung.
Selain kawasan Bukit Talang, pemerintah juga mengembangkan destinasi pendukung berupa wisata edukasi mangrove, jalur sepeda, lintasan hiking, area berkemah, lokasi pembesaran kepiting, serta jalur wisata sepanjang sekitar 500 meter yang membelah kawasan mangrove.
Dorong Ekonomi Masyarakat dengan Tetap Menjaga Konservasi
Sujiwo menilai Batu Ampar memiliki potensi wisata alam yang besar, termasuk Pulau Gelanggang yang menawarkan panorama matahari terbenam dan berpeluang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kalimantan Barat.
Untuk memperkuat aksesibilitas, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar guna meningkatkan infrastruktur jalan menuju Batu Ampar dan Teluk Nibung.
"Untuk memperkuat aksesibilitas, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar guna meningkatkan infrastruktur jalan menuju Batu Ampar dan Teluk Nibung. Peningkatan konektivitas tersebut akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun berikutnya," ujarnya.
Pengembangan kawasan wisata tersebut diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat melalui meningkatnya permintaan homestay, berkembangnya usaha kuliner dan UMKM, serta terbukanya lapangan kerja baru.
Sujiwo menegaskan pembangunan kawasan wisata tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan menjaga kelestarian hutan mangrove sebagai ekosistem utama pesisir Batu Ampar.
"Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya Batu Ampar sebagai kawasan wisata berbasis mangrove yang mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir," katanya.
Kawasan hutan mangrove di Kecamatan Batu Ampar memiliki luas lebih dari 60.000 hektare, dengan sekitar 25.000 hektare di antaranya merupakan kawasan hutan lindung.
Hutan mangrove Batu Ampar juga diakui sebagai salah satu habitat mangrove terlengkap dan terluas di dunia.
- Penulis :
- Gerry Eka





