
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan program revitalisasi satuan pendidikan berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran murid di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, melalui perbaikan fasilitas belajar yang lebih layak.
Pemerintah Lanjutkan Program Revitalisasi Sekolah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meresmikan revitalisasi 32 satuan pendidikan Tahun Anggaran 2025 dalam kunjungan kerja ke Purbalingga.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti juga menyerahkan secara simbolis mock up penerima bantuan revitalisasi Tahun Anggaran 2026.
Abdul Mu'ti mengungkapkan, "Revitalisasi satuan pendidikan ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang bermutu. Sekolah harus menjadi tempat yang paling dirindukan dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu."
Pada Tahun Anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp28,95 miliar untuk merevitalisasi 32 satuan pendidikan di Kabupaten Purbalingga.
Revitalisasi tersebut mencakup empat taman kanak-kanak, 14 sekolah dasar, tujuh sekolah menengah pertama, enam SMA/SMK, dan satu sekolah luar biasa.
Program revitalisasi bertujuan memastikan semakin banyak peserta didik belajar di fasilitas yang lebih layak.
Program tersebut berlanjut pada Tahun Anggaran 2026.
Sebanyak 12 satuan pendidikan kembali ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp9,81 miliar.
Penerima bantuan Tahun Anggaran 2026 terdiri atas tiga PAUD, tujuh SD, dan dua SMP.
Murid dan Sekolah Rasakan Dampak Positif
Salah satu penerima manfaat program adalah Nada Zahra, murid SMP Negeri 2 Kutasari.
Nada mengungkapkan, "Senang sekali sekolah kami sekarang punya gedung baru. Kelasnya jadi bagus dan tidak bocor lagi kalau hujan. Toiletnya juga ditambah, jadi kami tidak perlu mengantre lama."
Kepala SMP Negeri 2 Kutasari Arif Rahman mengatakan bangunan yang direhabilitasi merupakan gedung lama yang selama puluhan tahun belum pernah diperbaiki.
Menurut Arif, gedung tersebut juga sempat mengalami kerusakan akibat pohon tumbang.
Arif mengungkapkan, “Ruang kelas yang dulunya bocor kini sudah kokoh, bersih, dan aman. Ini sangat berdampak pada peningkatan semangat belajar anak-anak.”
- Penulis :
- Gerry Eka





