
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga melalui pengasuhan kolaboratif antara ayah dan ibu dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 sebagai upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Khofifah Tekankan Pentingnya Peran Ayah dan Ibu
Khofifah mengatakan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun kemajuan teknologi, tetapi juga oleh keluarga yang sehat, harmonis, dan berketahanan.
Ia mengungkapkan, “Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, kemajuan infrastruktur maupun pesatnya teknologi. Lebih dari itu pembangunan akan berhasil apabila ditopang oleh keluarga yang sehat, harmonis, dan berketahanan sebagai tempat tumbuhnya sumber daya manusia yang unggul.”
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing menghadapi tantangan masa depan.
Khofifah menilai tema Harganas Jawa Timur tahun ini, yakni "Ayah Hadir, Keluarga Harmonis untuk Mewujudkan Ketahanan Keluarga", relevan dengan tantangan sosial dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Ia mengungkapkan, “Kehadiran seorang ayah tidak cukup dimaknai sebatas hadir secara fisik ataupun sebagai pencari nafkah. Lebih dari itu ayah harus hadir secara emosional sebagai pendidik, pelindung, teladan, sekaligus sahabat dalam setiap proses tumbuh kembang anak.”
Waspadai Tantangan Era Digital bagi Keharmonisan Keluarga
Khofifah menegaskan tema tersebut bukan untuk mengurangi peran ibu, melainkan mendorong pola pengasuhan kolaboratif yang menempatkan ayah dan ibu sebagai mitra sejajar dalam membangun keluarga yang berkualitas.
Ia mengungkapkan, “Ketahanan keluarga hanya dapat dibangun melalui kebersamaan. Ayah dan ibu memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk karakter anak, memperkuat nilai-nilai moral, sekaligus menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.”
Khofifah juga menyoroti tantangan era digital, mulai dari renggangnya komunikasi keluarga akibat penggunaan gawai secara berlebihan hingga ancaman penyalahgunaan media sosial, perundungan siber, kekerasan terhadap anak, gangguan kesehatan mental, judi daring, dan pinjaman daring ilegal.
Ia mengungkapkan, “Oleh karena itu sebesar apa pun kemajuan teknologi, tidak ada yang mampu menggantikan kehangatan kasih sayang, komunikasi, perhatian, serta keteladanan orang tua di dalam keluarga.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





