
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencatat realisasi pengumpulan dana umat berupa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya mencapai Rp714 miliar atau sekitar 51,6 persen dari target tahunan Rp1,4 triliun per 22 Juni 2026.
Pengumpulan Dana Tunjukkan Tren Positif
Ketua Baznas Sodik Mudjahid mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren yang menggembirakan meski kondisi ekonomi global masih menghadapi tantangan.
Ia mengungkapkan, "Walaupun dalam keadaan ekonomi yang sulit akibat situasi perang, perolehan kurban justru meningkat. Demikian juga zakat, infak, dan sedekah bulan-bulan ini tidak ada penurunan drastis."
Sodik menjelaskan tren positif tersebut diharapkan terus berlanjut hingga akhir tahun untuk mencapai target pengumpulan dana dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 sebesar Rp1,4 triliun.
Penyaluran Dana Fokus pada Lima Sektor Prioritas
Baznas melaporkan realisasi pendistribusian dana per 31 Mei 2026 telah mencapai Rp395 miliar atau setara 28,38 persen dari target pengumpulan tahunan.
Dana tersebut disalurkan ke berbagai sektor prioritas, yakni pendidikan sebesar 41 persen, kemanusiaan 27 persen, ekonomi 24 persen, dakwah dan advokasi 19 persen, serta kesehatan 17 persen.
Sodik menjelaskan pembagian sektor tersebut telah disepakati dalam RKAT bersama Kementerian Agama dan dikonsultasikan dengan Kementerian Bappenas agar selaras dengan delapan golongan penerima zakat (asnaf syar'i).
Baznas juga mengalokasikan anggaran terbesar kepada Deputi 2 yang membidangi distribusi dan pendayagunaan sebesar Rp887 miliar, sementara Deputi 1 bidang pengumpulan dan mobilisasi memperoleh Rp32 miliar, serta Deputi 3 bidang operasional SDM dan penguatan teknologi informasi mendapatkan Rp15 miliar.
Selain itu, Baznas melakukan pemantapan struktur organisasi berdasarkan hasil rapat pleno terbaru, khususnya pada direktorat distribusi untuk memperkuat santunan, pendayagunaan, dan pemberdayaan masyarakat di lapangan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





