
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menargetkan pengumpulan dana sebesar Rp1,4 triliun pada 2026 atau sekitar 62 kali lipat dari pagu APBN sebesar Rp22,29 miliar melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dana Corporate Social Responsibility (CSR), dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).
Target Pengumpulan Dana Capai Rp1,4 Triliun
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid mengatakan target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 membutuhkan inovasi dalam penghimpunan dana.
Ia mengungkapkan, “Mohon doa dan dukungan dari Bapak-bapak dari Komisi VIII agar kami bisa menetapkan target 1,4 triliun dari APBN yang sebesar 22,29 miliar.”
Sodik menjelaskan target tersebut akan dicapai melalui sumber pendanaan yang diatur dalam undang-undang, yakni zakat, infak, sedekah, dana CSR, serta DSKL yang telah diselaraskan dengan hasil survei potensi dana umat.
Ia juga merinci dana APBN sebesar Rp22,29 miliar dialokasikan Rp5,1 miliar untuk gaji dan tunjangan serta Rp17,112 miliar untuk operasional dan pemeliharaan kantor BAZNAS.
Berdasarkan data keuangan internal hingga akhir Mei 2026, penyerapan anggaran APBN untuk aktivitas kelembagaan telah mencapai 43,22 persen.
BAZNAS Akui Kendala Penyaluran Kurban
Dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Sodik juga menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah kendala operasional pada penyaluran hewan kurban.
Menurutnya, keterbatasan waktu dan kendala teknis di lapangan menyebabkan kualitas hewan kurban di beberapa wilayah belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan.
Ia menegaskan, “Kami dapat melakukan transformasi kerja ke arah yang jauh lebih baik dan profesional.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





