
Pantau - Pemerintah menetapkan Papua sebagai salah satu wilayah prioritas program bedah rumah pada Tahun Anggaran 2026 dengan alokasi 23.000 unit melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 triliun untuk mendukung percepatan pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia.
Alokasi Bedah Rumah Meningkat Signifikan
"Jumlah rumah yang akan dibedah di seluruh daerah di Indonesia meningkat signifikan dari sekitar 45 ribu unit pada 2025 naik menjadi sekitar 400 ribu unit pada 2026," ungkap Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Jayapura.
Ia mengungkapkan sebanyak 23.000 unit rumah yang tersebar di enam provinsi di Papua akan menerima bantuan perbaikan.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan alokasi sebelumnya yang hanya mencapai 1.600 unit rumah.
Pelaksanaan rehabilitasi rumah dijadwalkan dimulai secara serentak pada 24 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Jayapura Dapat Alokasi 499 Unit Rumah
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengungkapkan Kota Jayapura memperoleh alokasi 499 unit rumah dalam program bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Di Kampung Mosso terdapat 36 unit rumah yang akan dibedah. Tadi kami juga menyaksikan secara langsung proses tender terbuka kepada toko penyedia bahan bangunan, sehingga penyedia dengan harga terbaik yang akan ditetapkan sebagai pelaksana pengadaan material," ungkapnya.
Pemerintah juga berkomitmen memastikan program bedah rumah menjangkau wilayah pedalaman dan daerah yang sulit diakses agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh Papua.
- Penulis :
- Aditya Yohan





