HOME  ⁄  Nasional

Agrinas Palma Gandeng Koperasi Kelola 250 Ribu Hektare Sawit Lewat Skema Plasma dan Perkuat Ekosistem Perkebunan Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Agrinas Palma Gandeng Koperasi Kelola 250 Ribu Hektare Sawit Lewat Skema Plasma dan Perkuat Ekosistem Perkebunan Nasional
Foto: Foto: (Sumber: Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani (kanan) dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono (tengah) berfoto bersama setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pelibatan koperasi dalam pengelolaan lahan sawit di di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (2/7/2026). ANTARA/Shofi Ayudiana.)

Pantau - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menggandeng koperasi untuk mengelola lahan sawit melalui skema kemitraan plasma dalam pengembangan ekosistem perkebunan berbasis koperasi setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta pada Kamis (2/7/2026).

PT Agrinas Palma Nusantara dan Kementerian Koperasi menandatangani MoU kerja sama pelibatan koperasi dalam pengelolaan sawit di Kementerian Koperasi, Jakarta.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan bahwa “Artinya ada 250.000 hektare dalam jangka panjang minimal ya, dalam artian tentu ada kebijakan pemerintah kita akan ikut, minimal 250.000 hektare itu sama dengan 250 koperasi.”, ia mengungkapkan.

Ghani menjelaskan bahwa perusahaan saat ini mengelola sekitar 850 ribu hektare lahan sawit hasil penugasan pemerintah melalui Satgas PKH yang telah terverifikasi, dengan target peningkatan hingga sekitar 1,25 juta hektare, serta rencana pelibatan 250 koperasi dalam skema 250 ribu hektare lahan.

Kemitraan Sawit dan Skema Plasma

Sesuai ketentuan pemerintah, minimal 20 persen dari total area perkebunan sawit wajib dialokasikan untuk kebun plasma yang dikelola masyarakat melalui koperasi.

Sekitar 120 ribu hektare kebun sawit rakyat yang belum memiliki kelembagaan formal akan dihimpun dan dibentuk menjadi koperasi untuk memperkuat pengelolaan.

Skema ini juga mencakup integrasi sawit rakyat ke dalam rantai nilai industri, mulai dari pengelolaan kebun hingga pengolahan hasil.

Penguatan Koperasi dan Industri Hilir Sawit

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal membangun ekosistem perkebunan sawit berbasis koperasi yang lebih kuat dan profesional.

Ferry Juliantono menyampaikan bahwa “Kami akan membantu pembinaan koperasi-koperasi petani sawit agar dikelola secara profesional.”, ia mengungkapkan.

Saat ini terdapat 1.135 koperasi sektor perkebunan sawit yang akan diperkuat pembinaannya agar menjadi mitra resmi PT Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan kebun dan industri.

Pemerintah juga menyiapkan peresmian pabrik Crude Palm Oil (CPO) berbasis koperasi di Musi Banyuasin dengan kapasitas 60 ton per jam sebagai model pengembangan koperasi sawit di daerah lain.

Ferry Juliantono juga menyampaikan bahwa “Selama ini kebunnya swasta, pabrik CPO-nya swasta, sampai produk turunannya juga swasta. Ke depan koperasi harus ikut terlibat mulai dari kebun, pengolahan, hingga produk turunannya.”, ia menegaskan.

Program penguatan koperasi sawit ini akan terus dikembangkan melalui kemitraan bertahap antara pemerintah, koperasi, dan PT Agrinas Palma Nusantara dalam perluasan ekosistem industri sawit nasional.

Penulis :
Shila Glorya